18 April 2026

Mandaya Awards 2025: Lampung Jadi Sorotan Nasional

Nasional Kamis, 16 Oktober 2025    RIFKI MARFUZI

Jakarta, LE— Pemerintah Provinsi Lampung kembali menorehkan prestasi di kancah nasional. Kali ini, Pemprov Lampung meraih Mandaya Awards 2025 dari Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia atas dedikasi dan kontribusinya dalam program pemberdayaan masyarakat.

Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Menko Pemberdayaan Masyarakat A. Muhaimin Iskandar kepada Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam seremoni yang digelar di Ballroom Plaza Jamsostek, Jakarta, Kamis (16/10/2025).

Mandaya Awards merupakan bentuk apresiasi pemerintah pusat terhadap daerah, lembaga, maupun individu yang berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui inovasi dan program berkelanjutan. Tahun ini, Lampung menjadi salah satu penerima penghargaan untuk kategori Dedikasi dan Kontribusi Pemberdayaan Masyarakat.

Baca juga: Plt Bupati Way Kanan Lepas Calon Jemaah Haji Kloter Pertama

Dalam sambutannya, Menko PM Muhaimin Iskandar menekankan bahwa pemberdayaan masyarakat adalah inti dari pembangunan nasional yang berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan suatu program tidak hanya diukur dari jumlah bantuan sosial yang disalurkan, tetapi dari meningkatnya kemandirian dan martabat masyarakat.

“Mandaya adalah simbol pengakuan negara terhadap kiprah nyata pemberdayaan masyarakat. Ini bukan sekadar penghargaan, tetapi juga cambuk bagi kita untuk bekerja lebih keras, karena tantangan sosial-ekonomi ke depan masih kompleks,” ujar Muhaimin.

Muhaimin mengungkapkan, angka kemiskinan nasional tahun 2025 masih berada di level 8,47 persen, dengan lebih dari 12,58 juta jiwa penduduk miskin tinggal di wilayah pedesaan. Sementara itu, gini rasio tercatat sebesar 0,375, menunjukkan ketimpangan yang masih perlu ditekan.

Baca juga: Ketua HKTI Lampung Siap Kembangkan Sorgum di Tubaba

Dari total 7,28 juta pengangguran, sekitar 4,85 juta di antaranya merupakan tenaga kerja terdidik. Kondisi ini, kata Muhaimin, menunjukkan perlunya transformasi strategi dari sekadar bantuan sosial menuju pemberdayaan yang berkelanjutan.

“Bantuan sosial itu bantalan, tetapi membangun ekosistem yang menumbuhkan produktivitas jauh lebih penting. Mandaya adalah simbol perubahan paradigma—dari bantuan menjadi pemberdayaan, dari program menjadi gerakan, dari ide menjadi dampak nyata,” tegasnya.

Muhaimin menilai, 50 inisiatif terbaik penerima Mandaya Awards tahun ini memiliki satu kesamaan: keyakinan bahwa masyarakat dapat menjadi pelaku utama pembangunan ketika diberi ruang, akses, dan kepercayaan.

Baca juga: Pemkot Metro Tetapkan Tema Pembangunan 2020

Ia menambahkan, tanggung jawab pemerintah bukan hanya meluncurkan program, tetapi juga memastikan ekosistem pemberdayaan masyarakat berjalan berkelanjutan. Setiap kebijakan, kata dia, harus bermuara pada peningkatan daya dan kemandirian masyarakat.

Presiden RI, lanjutnya, telah menginstruksikan agar tidak ada fasilitas publik yang dibiarkan mangkrak. Setiap aset pemerintah harus menjadi katalis pertumbuhan ekonomi, terutama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“UMKM harus menjadi prioritas utama. Pemerintah wajib memberikan ruang dan fasilitas strategis agar UMKM bisa tumbuh sehat dan bersaing di tengah iklim ekonomi yang ketat,” kata Muhaimin.

Baca juga: Mas Ganteng, Bikin Warga Metro Bahagia

Penghargaan Mandaya Awards 2025 yang diterima Pemprov Lampung menjadi pengakuan atas keberhasilan daerah ini dalam mengembangkan model pemberdayaan masyarakat berbasis desa dan UMKM.

Melalui berbagai program inovatif, Lampung dinilai berhasil membangun sinergi antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat untuk memperkuat ekonomi lokal.

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan apresiasinya atas penghargaan tersebut dan menegaskan komitmen Lampung untuk terus memperluas program pemberdayaan di seluruh kabupaten dan kota.

Baca juga: IOH dan GoTo Luncurkan Sahabat-AI

“Ini adalah hasil kerja kolektif seluruh elemen masyarakat Lampung. Kami akan terus berinovasi agar masyarakat kita semakin mandiri, berdaya saing, dan sejahtera,” ujar Rahmat.

Mandaya Awards 2025 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat gerakan nasional pemberdayaan masyarakat. Seperti disampaikan Menko PM Muhaimin, penghargaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan titik tolak bagi lahirnya ekosistem pembangunan sosial yang inklusif dan berkelanjutan. (rls)

               
Komentar Anda

PT GMI / PT GJM

JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com