Bandarlampung, LE- Ada pemandangan tak biasa dalam Rapat Koordinasi (Rakor) jajaran Pemerintah Kota Bandarlampung yang digelar di Ruang Rapat Wali Kota, Kamis (5/2/2026). Jika biasanya rapat kedinasan berlangsung kaku dengan Bahasa Indonesia formal, kali ini seluruh rangkaian agenda dilaksanakan menggunakan Bahasa Lampung.
Langkah unik ini diambil bukan tanpa alasan. Penggunaan bahasa daerah dalam forum resmi setingkat kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) merupakan komitmen nyata Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung dalam menjaga napas kebudayaan lokal di tengah arus modernisasi. Baca juga: Pemprov Lampung "All Out" Rawat Masjid Raya Al-Bakrie
Meski dibalut dengan kearifan lokal, rapat ini tetap membahas agenda-agenda krusial. Para Kepala OPD se-Kota Bandarlampung tetap fokus membedah program pembangunan strategis dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Walikota Bandarlampung menekankan bahwa penggunaan Bahasa Lampung dalam aktivitas pemerintahan adalah cara untuk memastikan identitas daerah tetap hidup dan relevan di lingkungan birokrasi.
"Ini adalah bentuk nyata komitmen kami. Kita ingin menunjukkan bahwa urusan pemerintahan yang profesional tetap bisa berjalan beriringan dengan pelestarian adat dan budaya daerah," tulis pernyataan resmi Pemkot Bandarlampung. Baca juga: Wagub Launching Calender of Event Pariwisata 2020, Siapkan 86 Event Wisata
Selain untuk pelestarian, kebijakan ini diharapkan dapat memantik rasa bangga bagi aparatur sipil negara (ASN) maupun masyarakat luas terhadap bahasa ibu mereka. Dengan menjadikan Bahasa Lampung sebagai bahasa pengantar rapat resmi, Pemkot ingin memberikan teladan bahwa kearifan lokal memiliki tempat terhormat dalam tata kelola pemerintahan.
Penggunaan bahasa daerah ini pun tidak mengurangi esensi profesionalisme kerja. Sinergi antar-OPD justru diharapkan semakin erat melalui pendekatan komunikasi yang lebih berkarakter dan akrab secara budaya.
Pemkot Bandarlampung terus berupaya menghadirkan wajah pemerintahan yang tidak hanya responsif terhadap kebutuhan masyarakat, tetapi juga memiliki jiwa dan karakter lokal yang kuat. Baca juga: Catat, Pasangan Mirza-Jihan Gelar Senam Sehat di Pesawaran
Melalui langkah ini, Bandarlampung ingin membuktikan bahwa kemajuan sebuah kota tidak harus meninggalkan akar budayanya. Inovasi dalam tata kelola pemerintahan yang berbudaya diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia untuk melakukan hal serupa. (red)
JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com