Senin, 07 September 2026

Gandeng Marinir Gerebek Sungai, Cara Agresif Bunda Eva Atasi Banjir

Metropolis Selasa, 16 Desember 2025    RIFKI MARFUZI

Walikota Bandarlampung, Eva Dwiana berfoto bersama Komandan Komandan Brigif 4 Marinir, Kolonel Marinir Supriadi Tarigan, sesaat setelah meletakan batu pertama pembangunan Talud Sungai Umbul Kunci, Selasa (16/12).

Bandarlampung, LE– Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung mengambil langkah agresif demi menuntaskan masalah banjir tahunan yang kerap menghantui warga. Tidak tanggung-tanggung, Walikota Bandarlampung Eva Dwiana menggandeng Brigade Infanteri (Brigif) 4 Marinir/BS untuk turun langsung ke lapangan.

Kolaborasi strategis ini ditandai dengan peluncuran program "Gerebek Sungai" yang dimulai dengan groundbreaking pembangunan Talud Sungai Umbul Kunci di Kecamatan Telukbetung Timur, Selasa (16/12).

Dalam sambutannya, Walikota yang akrab disapa Bunda Eva ini menegaskan bahwa pelibatan TNI bukan sekadar seremoni, melainkan strategi percepatan normalisasi sungai yang terstruktur.

Baca juga: Pemkot Bandarlampung Buka Gerbang Investasi Untuk India

Ia secara khusus menyebut personel Marinir sebagai "Pahlawan Samudra" yang diharapkan membawa kedisiplinan tinggi dan keahlian teknis dalam penanganan masalah lingkungan di wilayah perairan sungai.

"Ini adalah sinergi luar biasa. Rencana yang sudah lama ini akhirnya terlaksana. Kita fokus meminggirkan batu-batu besar dan mengeruk sedimen agar debit air lancar, sehingga Bandar Lampung tidak lagi banjir seperti kemarin-kemarin," ujar Eva di lokasi.

Tiga Jurus Utama

Baca juga: SD, SMP dan SMA Negeri di Bandarlampung Resmi Gratis Total!

Eva menjelaskan, kerja sama dengan Korps Marinir ini akan menyasar tiga fokus utama dalam penanggulangan banjir. Langkah pertama adalah aksi cepat fisik yang meliputi pengerukan sedimentasi dangkal serta penertiban bantaran sungai yang menghambat aliran air.

Selanjutnya, fokus kedua diarahkan pada edukasi warga untuk menanamkan kedisiplinan lingkungan agar tidak membuang sampah sembarangan. Poin terakhir adalah penguatan infrastruktur guna membangun ketahanan wilayah melalui infrastruktur sungai yang bebas bencana.

"Targetnya, Pak Danbrigif dan tim akan membantu kita di sepuluh kecamatan secara bertahap. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tapi panggilan bela negara," tegas Eva.

Baca juga: Menuju Mudik Lebaran 1447 H yang Lancar, Bunda Eva Hadiri Rakor Strategis...

Merespons ajakan tersebut, Komandan Brigif 4 Marinir, Kolonel Marinir Supriadi Tarigan, menyatakan kesiapan penuh satuannya. Pada tahap awal, prajurit akan fokus mengangkat sumbatan sampah, normalisasi alur, serta memperbaiki talud dinding sungai yang rusak.

Namun, Kolonel Supriadi memberikan catatan penting bagi warga Bandarlampung. Ia menegaskan bahwa keberhasilan program ini tidak diukur dari banyaknya prajurit yang turun, melainkan kesadaran warga.

"Prinsipnya kami siap mendukung penuh. Namun, saya mengajak masyarakat menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging) terhadap sungai kita," ungkap Supriadi.

Baca juga: Herman HN Janjikan KUR Untuk Pensiunan PNS

Pantauan di lokasi, sinergitas terlihat jelas saat personel TNI dan masyarakat bahu-membahu turun ke sungai membersihkan kotoran. Satu unit alat berat (ekskavator) juga disiagakan di bibir sungai untuk mempercepat pengerukan sedimentasi di bawah koordinasi Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandarlampung.

Pemkot Bandarlampung berharap langkah agresif ini dapat menjadi model percontohan kolaborasi antara TNI dan Pemerintah Daerah dalam menjaga aset vital kota dari ancaman bencana hidrometeorologi. (red)

               
Komentar Anda

PT GMI / PT GJM

JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com