MEDAN, LE- Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) XVIII yang digelar di Kota Medan, Sumatera Utara, bukan sekadar ajang kumpul-kumpul bagi 96 kepala daerah. Bagi Walikota Bandarlampung, Eva Dwiana, forum nasional ini menjadi ladang perburuan solusi untuk salah satu masalah paling krusial di wilayahnya: mitigasi banjir perkotaan.
Tiba di Kota Medan, Selasa (30/6/2026), Bunda Eva langsung tancap gas mengikuti konferensi pers bersama Walikota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Sekretaris Dewan Pengurus Apeksi, Wali Kota Solo, dan Wali Kota Ternate. Baca juga: Andika Wibawa Dorong Kesejahteraan Wartawan demi Pers yang Independen
Alih-alih sekadar membahas seremoni, Bunda Eva—sapaan akrab Walikota Bandarlampung—menegaskan komitmen seriusnya untuk membawa pulang inovasi tata kota. Dalam keterangannya, dia menekankan bahwa keikutsertaan Bandarlampung di APEKSI XVIII difokuskan pada upaya proaktif mencari rumusan dan bertukar pikiran dengan kepala daerah lain terkait mitigasi banjir perkotaan. Misi ini diharapkan mampu menghasilkan solusi konkret untuk penanganan genangan di kawasan-kawasan padat penduduk.
Lebih dari itu, Bunda Eva juga menargetkan perluasan jejaring kolaborasi antar-daerah untuk mempercepat kemajuan kota. Dia bertekad untuk mengadopsi berbagai inovasi terkini serta praktik-praktik terbaik (best practices) dari kota-kota lain, yang nantinya akan diterapkan guna meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi seluruh masyarakat Bandarlampung.
Perputaran Uang Tembus Rp17 Miliar! Baca juga: Pemprov Lampung Musrenbang Dengan Lampung Barat Via Virtual Meeting,
Selain menjadi ajang adu gagasan, Rakernas APEKSI XVIII yang berlangsung dari 28 Juni hingga 4 Juli 2026 ini juga menjadi "durian runtuh" bagi roda perekonomian Kota Medan. Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, memproyeksikan angka perputaran ekonomi yang sangat fantastis.
Kegiatan berskala nasional ini ditaksir mampu memutar uang hingga Rp17 miliar di Kota Medan. Suntikan dana segar bernilai miliaran rupiah ini dipastikan mengalir deras dan menghidupkan berbagai sektor vital, mulai dari sektor penyelenggaraan acara (event organizing), melonjaknya tingkat hunian perhotelan, hingga peningkatan omzet yang signifikan bagi para pelaku UMKM, kuliner lokal, serta sektor transportasi di wilayah tersebut.
Kemeriahan Budaya Baca juga: Rencana Aksi Pecegahan Korupsi, Lampung Selatan Raih Peringkat ke-4
Tidak hanya urusan pemerintahan dan ekonomi, APEKSI XVIII juga memanjakan mata masyarakat lokal dan delegasi dengan pesta budaya. Salah satu agenda yang sukses mencuri perhatian dan berpotensi viral di media sosial adalah Karnaval Nusantara. Agenda ini diikuti oleh puluhan delegasi kota yang memamerkan keberagaman seni, budaya, serta tradisi pakaian adat masing-masing daerah sebagai simbol persatuan Indonesia yang kokoh dalam keberagaman.
Melengkapi kemeriahan Karnaval Nusantara, APEKSI XVIII turut menghadirkan serangkaian agenda unggulan yang tak kalah menarik. Para pengunjung dan delegasi dapat mengeksplorasi berbagai potensi daerah melalui pameran Indonesia City Expo. Selain itu, terdapat ruang diskusi strategis melalui Forum Tematik dan Dialog Kota Tangguh, serta etalase ekonomi kerakyatan melalui Bazar UMKM Nasional yang melibatkan partisipasi ratusan pelaku usaha dari berbagai penjuru tanah air. (rls/red)
JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com