Jakarta, LE - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengajak Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dan Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim periode 2019-2024, ke kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (12/06/2019). 'Soan' tersebut dilakukan usai Presiden melantik dan mengambil sumpah keduannya di Istana Negara.
Bersma Arinal dan Nunik (sapaan akrab wakil gubernur, red), tampak Mendagri juga mengajak Gubernur Maluku Murad Ismail bersama wakilnya Barnabas Orno, serta Gubernur Maluku Utata, Abdul Ghani Kasuba beserta wakilnya Al Yasin Ali. Baca juga: Nanang Ermanto Sampaikan KUA-PPAS
Dalam pertemuan dengan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Tjahjo Kumolo mengatakan, kedatangannya untuk berdialog kepada Pimpinan KPK terkait pencegahan korupsi.
"Seperti biasa setelah dilantik kita ajak ke KPK untuk berdiskusi dan berdialog yang berkaitan strategi pencegahan korupsi dan hal-hal yang mungkin ada masukan dari ketua KPK," ujar Mendagri Tjahjo di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.
Pesan Presiden Baca juga: Bimtek P4GN, Novita Kembangkan Karakter Individu Sebagai Penggiat
Usai kegiatan, Gubernur Arinal Djunaidi mengaku mendapat pesan dari Presiden Joko Widodo. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu meminta Lampung menjadi penyangga kebutuhan Ibu Kota Indonesia, DKI Jakarta.
"Beliau memesankan backup Ibu Kota. Jangan sampai kebutuhan-kebutuhannya menjadi sulit karena 40 persen kebutuhan DKI itu dari Lampung," kata Arinal.
Dikatakannya, pihaknya sudah mempersiapkan sejumlah program untuk menyangga kebutuhan Ibu Kota sekaligus mengembangkan ekonomi Lampung. Pertama memanfaatkan potensi alam Lampung seperti kopi, kakao, udang dan padi.
Kedua, mengembangkan infrastruktur. Alumni Fakultas Pertanian Universitas Lampung ini mengatakan pembangunan infrastruktur seperti jalan dan tol dapat menunjang perekonomian baik di tingkat provinsi maupun kabupaten. Baca juga: Tabrak Aturan? Pansus DPRD Bandarlampung Bidik 81 Tenaga Ahli Pemkot
Ketiga mengembangkan potensi pariwisata Lampung. Dia menyebut, saat ini Lampung memiliki potensi pariwisata yang luar biasa. Salah satu contohnya, keberadaan Anggrek yang berjumlah 361 varietas di Taman Nasional Way Kambas.
"Ini akan menjadi wilayah wisata khusus. Karena ekoturismnya luar biasa," ucap dia.
Masih dari keterangannya, Arinal Djunaidi menargetkan dapat memajukan ekonomi daerahnya melalui sejumlah upaya, baik melalui pengembangan komoditas maupun infrastruktur. Baca juga: DPPKB Tubaba Jalankan Bangga Kencana
"Ingin Lampung itu berjaya pada masa yang akan datang karena Lampung mempunyai satu potensi yang khas karena daerah ini di tengah-tengah antara Pulau Sumatera dan Pulau Jawa dan ke depannya ibu kota, pusat ekonomi, kemudian kami punya komoditas yang menasional," ujar Arinal.
Menurut Arinal, diperlukan tata kelola yang baik untuk membenahi potensi perekonomian Lampung.
Dengan tata kelola yang makin baik, lanjut dia, sektor perikanan, perkebunan, kelautan, hingga kehutuanan bisa menghasilkan secara lebih baik. Baca juga: DPRD Lampung Desak Strategi Konkret Tingkatkan PAD 2026
"Kami akan mengembangkan infrastruktur yang menunjang hulu ekonomi karena bagaimanapun sekarang tol sudah ada, terpanjang di Indonesia, saya harapkan tol itu bisa memberikan kontribusi terhadap ekonomi yang ada di perdesaan, kecamatan. Tanpa harus berbasa-basi, jalan provinsi harus ditingkatkan, jalan kabupaten pun ditingkatkan," kata Arinal.
Selain komoditas tersebut, Arina mengatakan bahwa potensi pariwisata Lampung pun dapat memberikan dampak positif pada perkembangan perekonomian.
Sementara itu, Wakil Gubernur Chusnunia Chalim mengatakan bahwa pemerintah daerah akan makin mendukung UMKM. Baca juga: Rapat Paripurna DPRD Provinsi Lampung Tetapkan Program Pembentukan Perda ...
"Ekonomi kreatif juga akan diwadahi, ini termasuk musik dan hal lain lebih terbuka. Anak-anak muda juga diwadahi," jelas Chusnunia. (kiki/ant)
JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com