Bandarlampung, LE — Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bandarlampung, M. Yudi, akhirnya angkat bicara terkait dugaan penggelapan dana pelatihan senilai Rp500 juta yang dilakukan oleh bendahara berinisial Y. Kasus ini menghebohkan lingkungan Disnaker setelah dana program Balai Latihan Kerja (BLK) tahun anggaran 2025 tersebut dinyatakan raib tanpa jejak.
Menurut Yudi, bendahara Y sempat menghilang selama sepuluh hari, sebelum akhirnya muncul kembali dan menyampaikan permintaan maaf secara langsung. “Benar, yang bersangkutan sudah datang bersama orang tuanya. Mereka mengakui kesalahan dan berjanji akan mengganti seluruh uang itu,” ungkap Yudi, Selasa (21/10). Baca juga: Eva Dwiana Ganti Total Direksi PDAM Way Rilau
Yudi menjelaskan, dana yang hilang tersebut seharusnya digunakan untuk pelatihan komputer dan digital marketing bagi puluhan peserta BLK. Akibat kejadian ini, kegiatan pelatihan sempat tertunda dan peserta belum menerima hak mereka.
“Saya tidak tahu uang itu digunakan untuk apa, tapi mereka berjanji akan menggantinya. Wali Kota juga sudah mengetahui kasus ini,” tegasnya.
Sebelumnya, Sekretaris Disnaker Bahril mengonfirmasi bahwa dana pelatihan tersebut memang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Ia juga membenarkan bahwa Y tidak masuk kerja selama sekitar sepuluh hari, sehingga membuat jajaran Disnaker kelabakan mencari keberadaannya. Baca juga: Gub Harap Peran Media Atmospir
“Kami sudah mencari ke rumahnya, tapi hanya orang tuanya yang ada di sana,” ujar Bahril kepada awak media, Senin (20/10).
Bahril menambahkan, keluarga Y kini tengah berupaya mengganti uang yang hilang dengan cara menjual aset pribadi. “Informasinya, keluarganya akan menjual rumah untuk mengembalikan dana itu, karena uang tersebut milik negara,” jelasnya. (red)
JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com