BANDAR LAMPUNG, LE - Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung memperbaiki infrastruktur jalan menjadi angin segar bagi warga. Pasalnya, kerusakan di sejumlah ruas jalan selama ini kerap memicu kecelakaan, bahkan hingga merenggut nyawa.
Mulai Agustus 2026 mendatang, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandar Lampung akan mengebut peningkatan konstruksi delapan ruas jalan. Jalan yang semula menggunakan aspal hotmix akan diubah menjadi rigid pavement atau beton. Baca juga: Harga Vaksin Covid-19 Rp350 Ribu
Langkah strategis ini diambil guna mengoptimalkan kualitas dan ketahanan jalan, khususnya di kawasan dengan kontur tanah tidak stabil dan rawan tergenang air saat musim penghujan.
Kepala Dinas PU Kota Bandar Lampung, Dedi Sutiyoso, menjelaskan, proses pengerjaan konstruksi beton ini ditargetkan rampung dalam waktu empat hingga lima bulan ke depan.
"Secara bertahap ruas jalan di Bandar Lampung akan kami tingkatkan menjadi rigid beton. Konstruksi ini cukup kompleks sehingga membutuhkan waktu pelaksanaan yang cukup panjang," ungkap Dedi di Bandar Lampung, belum lama ini. Baca juga: Pemprov Lampung Evaluasi LPPD, Dorong Akuntabilitas Kinerja
Daftar Ruas Jalan
Peningkatan konstruksi ini akan menyasar delapan titik, dengan ruas terpanjang berada di Jalan Pangeran Tirtayasa (Sukabumi) yang mencapai 4.990 meter.
Selain itu, betonisasi juga dilakukan di Jalan Ratu Dibalau Tanjung Senang (990 meter), Jalan Pulau Singkep Sukabumi (1.035 meter), Jalan Letkol Endro Suratmin Sukarame (735 meter), Jalan Pulau Pisang Sukarame (572 meter), Jalan Wala Utama Sukabumi (495 meter), Jalan R.A Basyid Tanjung Senang (381 meter) dan Jalan Batu Suluh Sukabumi (131 meter). Baca juga: Musrenbang Negeri Agung Dibuka Sekda Way Kanan, Enam Kampung Berkembang J...
Menyadari durasi proyek yang cukup lama 4-5 bulan, Dedi memprediksi arus lalu lintas harian masyarakat akan terdampak. Oleh karena itu, pihaknya meminta pengertian warga selama masa pembangunan.
"Saya mengimbau dan memohon maaf kepada masyarakat jika nanti mobilitasnya terhambat saat melintasi area proyek. Kami mohon agar pengendara selalu berhati-hati," ujarnya.
Guna mencegah kemacetan parah dan menjamin keselamatan pengguna jalan, Dinas PU tengah berkoordinasi intensif dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandar Lampung dan pamong setempat untuk merumuskan rekayasa lalu lintas yang efektif. Baca juga: Tim Penggerak PKK Lampung Kunker ke Lamsel
Ke depan, Pemkot Bandar Lampung menargetkan peningkatan jalan serupa akan terus berlanjut. "Tahun 2027 kita rencanakan lagi pembangunan beton. Namun, untuk titik pastinya masih dipelajari dan disesuaikan dengan kesiapan anggaran," jelas Dedi.
Tak Ada Lagi "Jalan Maut"
Kepastian dimulainya perbaikan jalan ini disambut antusias oleh warga. Arif, seorang pemilik warung di sekitar ruas Jalan Pangeran Antasari yang mengarah ke Tirtayasa, mengaku sangat bersyukur. Baca juga: Ribuan Warga Antusias Ikuti Senam Sehat Bersama Mirza-Jihan di Metro
Menurut kesaksiannya, sebelum adanya rencana perbaikan, titik kerusakan parah, terutama setelah pom bensin kerap memakan korban.
"Banyak pengendara motor yang terjatuh akibat jalan berlubang itu. Bahkan seminggu atau dua minggu lalu ada yang sampai meninggal di tempat," kenang Arif.
Hal senada diutarakan Pay, seorang mekanik bengkel di ruas jalan yang sama. Sebelum disentuh perbaikan, kondisi jalan tepat di depan bengkelnya sangat memprihatinkan dan membahayakan, terutama minimnya penerangan di malam hari. Baca juga: Bikin Resah, Plt Kadis Kominfo Laporkan Akun Media Sosial Palsu Ke Polres...
"Apalagi kalau malam, gelap, jadi banyak pengendara terperosok lubang. Kami sangat mendukung jalannya dibeton supaya lebih kuat, aman, dan tidak cepat rusak lagi," tutup Pay. (red)
JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com