Bandarlampung, LE — Peringatan Hari Kartini yang jatuh setiap 21 April kembali menjadi momentum penting untuk merefleksikan peran perempuan dalam pembangunan bangsa. Ketua Bidang Perempuan dan Keluarga PKS Lampung, Yuni Karnelis, STP, menegaskan bahwa semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini kini semakin relevan, khususnya dalam mendorong perempuan berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi keluarga, Senin (20/4/2026).
Menurut Yuni, peringatan Hari Kartini tidak hanya sebatas mengenang perjuangan dalam memperoleh akses pendidikan dan kesetaraan, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya peran perempuan dalam sektor ekonomi. “Kartini meyakini bahwa perempuan terdidik mampu membawa perubahan, tidak hanya bagi dirinya, tetapi juga keluarga dan masyarakat,” ujarnya.
Dalam konteks kekinian, perempuan dinilai memiliki peluang besar untuk berperan sebagai penggerak ekonomi keluarga. Pendidikan dan keterampilan menjadi faktor utama yang memungkinkan perempuan tidak hanya menjalankan peran domestik, tetapi juga aktif secara produktif. Baca juga: Puluhan Anak Putus Sekolah Kembali Belajar di Sekolah Rakyat
Fenomena meningkatnya usaha mikro yang dikelola ibu rumah tangga menjadi salah satu wujud nyata semangat Kartini masa kini.
Berbagai sektor seperti usaha kuliner rumahan, kerajinan tangan, hingga bisnis berbasis digital berkembang pesat seiring kemajuan teknologi.
Hal ini memungkinkan perempuan tetap produktif tanpa meninggalkan tanggung jawab dalam keluarga. Baca juga: Majelis Taklim Pesawaran Gelar Halal Bi Halal
Selain itu, Yuni juga menyoroti pentingnya literasi keuangan bagi perempuan. Kemampuan dalam mengelola keuangan rumah tangga, mulai dari pengaturan pengeluaran hingga investasi, dinilai sangat strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi keluarga, terutama di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.
Dari sisi dukungan, pemerintah dan berbagai lembaga telah menghadirkan sejumlah program pemberdayaan perempuan, seperti pelatihan kewirausahaan, akses permodalan, dan pendampingan usaha.
Upaya tersebut dinilai sejalan dengan cita-cita Kartini yang menginginkan perempuan memiliki kesempatan yang setara untuk berkembang dan mandiri. Baca juga: Diskoperindag Tubaba Siap Usut Langka Elpiji 3kg
Meski demikian, Yuni mengakui masih terdapat tantangan, terutama terkait akses yang belum merata terhadap pendidikan, teknologi, dan peluang ekonomi bagi perempuan. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah untuk menciptakan kebijakan yang lebih berpihak pada pemberdayaan perempuan.
Ia menegaskan, semangat Kartini bukan hanya tentang emansipasi, tetapi juga kemandirian dan kontribusi nyata.
“Ketika perempuan berdaya secara ekonomi, keluarga menjadi lebih kuat dan pada akhirnya turut mendorong pertumbuhan ekonomi bangsa,” katanya. Baca juga: Rusak Demokrasi, Herman HN Desak KPK Usut Money Politic di Pilgub Lampung
Mengakhiri pernyataannya, Yuni mengajak seluruh perempuan Indonesia untuk terus memaknai semangat Kartini sebagai inspirasi dalam meningkatkan kualitas diri dan keluarga.
“Habis gelap terbitlah terang bukan sekadar slogan, tetapi harapan bahwa dari setiap keterbatasan selalu ada jalan menuju kesejahteraan,” pungkasnya. (yla/*)
JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com