LANGKAPURA - Komunitas seni Reog Ngesti Broto dan Kuda Kepang Gompor Mandala yang eksis di kawasan Gg Kulit Langkapura menjadi salah satu kesenian rakyat yang masih lestari.
Tokoh masyarakat Gg Kulit, Acen Suahi menyebutkan kegiatan kebudayaan ini menjadi salah satu cara yang efektif untuk menangkal penyalahgunaan narkoba. Baca juga: Firman - Bustomi di Arak Serahkan Berkas ke KPU
"Insyaallah, kegiatan kebudayaan masyarakat ini akan membuat anak-anak muda jauh dari narkoba," ujar Acen saat membuka acara reses anggota DPRD Bandarlampung yang dihadiri Ketua DPRD, Hi Wiyadi SP MM.
Kemudian, berturut-turut, ketua RT, ketua posyandu dan muda-mudi masyarakat menyampaikan aspirasinya.
Wiyadi kemudian satu demi satu menjawab permintaan dan aspirasi warga. "Anggaran 2020 sudah disahkan. Anggaran memang tidak banyak, tetapi itu uang rakyat dan harus kembali ke rakyat untuk kesejahteraan orang banyak," papar politikus asal PDI Perjuangan tersebut. Baca juga: Pastikan Namamu Terdaftar Pemiih
Lokasi reses merupakan lahan hibah yang dibangun menjadi gedung pertemuan dan sedianya juga akan menjadi fasilitas umum-fasilitas olahraga yang bisa dipergunakan warga.
Dalam kesempatan yang sama, Wiyadi menegaskan soa reses yang menjadi salah satu cara legislator menunaikan amanah. "Selain dengan cara-cara formal, ini juga menjadi cara wakil rakyat menjaring aspirasi masyarakat," kata Mas Wiyadi.
Kemudian, soal keberagaman seni budaya di masyarakat, Wiyadi memuji aktualisasi budaya yang dilakukan masyarakat Gg Kulit. Baca juga: Awasi Pilkada, Bawaslu Gunakan Aplikasi Siwaslu
"Ini adalah implementasi riil Trisakti-nya Bung Karno. Berdaulat politik, Berdikari ekonomi dan Berkepribadian kebudayaan! Keberagaman itu malah menjadi kekayaan dan kekuatan kita," ulas politikus yang juga menjadi Ketua Umum Paguyuban Keluarga Besar Pujakesuma Provinsi Lampung itu. (LE-1)
JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com