Bandarlampung, LE - Rumah Sakit (RS) Urip Sumoharjo melounching dan menerapkan teknologi operasi mata dengan cara vitrektomi. Untuk diketahui, operasi vitrektromi yang pertama kali diterapkan di Lampung, adalah prosedur operasi mata untuk mengeluarkan cairan seperti jeli dari rongga mata, yang dikenal dengan istilah humor vitreous. Ini dilakukan untuk mengobati beberapa kondisi mata yang serius dan memulihkan penglihatan.
Direktur RS Urip Sumoharjo Novayanti MM-BAT, Sabtu (27/4/2019) mengatakan, penambahan fasilitas pelayanan ini untuk mengakomodasi pasien yang membutuhkan layanan operasi retina mata pada penderita diabetes. Bahkan, dalam memberikan pelayanan primannya, RS Urip Sumoharjo secara langsung menghadirkan dr. Erwin Iskandar, Sp.M, dari RS Pusat Mata Nasional (PMN) Cicendo Bandung.
"Teknologi dan penggunaan alat canggih tersebut baru pertama kalo diterapkan di Lampung. Diharapkan dengan penerapan operasi vitrektomi di Rumah Sakit ini, lebih memberikan pelayanan prima kepada masyarakat Lampung," ujar Novayanti.
Baca juga: Arinal Ikuti Rapat secara Virtual Bersama Presiden Jokowi Bahas Adaptasi...
Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. Dalam sambutan yang dibacakan Yulianto SKM MKes, Dinkes Provinsi Lampung mengapresiasi RS Urip Sumoharjo menghadirkan operasi mata vitrektomi.
"Dengan akreditasi B, RS Urip Sumoharjo diharapkan menjadi rumah sakit rujukan bagi rumahsakit lain dan puskesmas di Lampung. Kami akan bantu mensosialisasikan teknologi baru di rumah sakit ini," ujar Yulianto.
Sementara itu, dalam pemaparannya, dr. Erwin Iskandar, menjelaskan vitrektromi adalah prosedur operasi mata untuk mengeluarkan cairan seperti jeli dari rongga mata, yang dikenal dengan istilah humor vitreous. Ini dilakukan untuk mengobati beberapa kondisi mata yang serius dan memulihkan penglihatan. Baca juga: Pemenang DSC 2021 ini Bangun Startup Kursus 6 Bahasa Asing
Vitreous gel atau humor vitreous sebagian besarnya terdiri dari air. Selain itu juga mengandung sejumlah kecil asam hialuronat, zat yang bertindak sebagai pelumas, dan berbagai jenis protein. Munculnya cairan seperti jeli ini di rongga mata karena adanya fibril kolagen halus yang memberikan membentuk dan kepadatan. Vitreous, yang berkontribusi pada bentuk bola mata, terletak antara lensa dan retina mata, yang menjadi pendukung dan bantal untuk bagian-bagian mata.
Prosedur vitrektomi pertama dilakukan sekitar tahun 1970-an. Kini, dengan adanya perkembangan teknologi, prosedur bedah ini dilakukan dengan sayatan yang bahkan bisa menutup sendiri tanpa perlu bantuan jahitan, lebarnya sebesar satu setengah milimeter atau sekitar lebar bulu mata. Bedah vitrektomi ukuran kecil umumnya dianggap lebih nyaman dibandingkan dengan bedah dengan peralatan yang lebih besar, dan menawarkan pemulihan visual yang lebih cepat.
"Vitrektomi adalah prosedur rumit dilakukan oleh dokter mata spesialis retina di rumah sakit, yang memiliki perangkat bedah mikroskopis untuk mengakses mata. Mengeluarkan vitreous gel tidak memiliki dampak yang signifikan pada fungsi dan ketajaman visual seseorang," pungkasnya. Baca juga: Lampung Fair, Radio ASN Hadirkan Narasumber Kepala Daerah
Masih dalam acara sosialisasi dan pelayaan perdana operasi mata dengan cara vitrektomi, Kepala Tim JKN RS Urip Ami Yahya menegaskan, bahwa penangganan operasi mata dengan vitrektomi juga di-cover oleh BPJS.
"Semua penanganan dan pengobatan operasi mata dengan mengunakan operasi vitrektomi ter-cover oleg BPSJ," ujarnya. (kiki)
JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com