17 April 2026

Pemkot Canangkan Imunisasi MR, 256.966 Anak Jadi Target

Metropolis Sabtu, 04 Agustus 2018    adminLE

Pencanangan Ditandai dengan melepaskan balon dan banner Kampanye Imunisasi MR, di Halaman SD Al Kautsar, Rabu (1/8/2018). (Foto: Istimewa)

Bandarlampung, LE – Pemkot Bandarlampung melakukan pencanangan Imunisasi Campak Rubella (MR) di SD Al Kautsar, Rabu (1/8/2018). Target dan sasaran dari program ini adalah, anak usia 9 bulan-15 tahun di Bandarlampung terbebas dari penyakit Campak dan Rubella.

Sekretaris Kota Bandarlampung, Badri Tamam, meminta semua pihak mendukung program Imunisasi MR ini karena sangat penting bagi tumbuh kembang anak.  

Baca juga: YNA Indonesia dan CCEP Lakukan Pendampingan Pengolahan Sampah

"Mengingat pentingnya imunisasi MR bagi kehidupan anak–anak ke depan, maka kegiatan ini harus didukung semua sektor juga para wali murid," ungkapnya, usai melakukan pencanangan Imunisasi MR mewakili Walikota Bandarlampung, Herman HN.

Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung, kata Badri, ada sekira lebih dari 256.966 anak di Kota Bandarlampung usia 9 bulan hingga kurang dari 15 tahun yang wajib imunisasi MR.

 "Secara operasional tahal pertama imunisasi MR di bulan Agustus di PAUD, TK/RA, SD/MI, SMP/Mts sederajat termasuk SDLB dan SMPLB," jelasnya.

Baca juga: Nanang Sampaikan Dua Paket Raperda tentang BUMD di DPRD

Sedangkan tahap ke-dua rencananya akan dilakukan di bulan September di Puskesmas, Posyandu, rumah sakit serta fasilitas kesehatan lainnya. "Dengan tahapan ini mudah–mudahan target kita 100 persen anak di Kota Bandarlampung sudah diimunisasi MR," katanya.

Siswa SDN Al Kautsar disuntik Imunisasi MR oleh tim perawat yang didatangkan Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung.

Ditemui di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung, dr. Edwin Rusli menerangkan, untuk menyukseskan program Imunisasi MR pihaknya telah membentuk tim.

Tim yang telah dibentuk tersebut bertugas mendatangi seluruh sekolah untuk melakukan Imunisasi MR kepada siswa didik. "September kita beri pelayanan di Puskesmas, Puskeskel dan rumah sakit," imbuhnya.

Baca juga: TVRI Juara Media Lampung Cup 2019

Dalam kesempatan tersebut, ada 8 anak yang tidak diperbolehkan ikut imunisasi lantaran tidak diperbolehkan oleh orangtuanya. Menyikapi hal tersebut, Edwin Rusli mengaku akan memberikan edukasi bagi orangtua yang melarang anaknya untuk diimunisasi.

 "Kita harus tahu dulu alasannya apa. Kalau alasan agama, kita sudah bekerjasama dengan pemuka agama untuk menjelaskan, kalau kesehatan jadi alasan, kita bawa dokter anak untuk menjelaskan," tukasnya. (rif)
 

               
Komentar Anda

PT GMI / PT GJM

JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com