4 Juni 2026

PDAM Way Rilau Siagakan 25 Petugas 15 Jam Per Hari

Metropolis Rabu, 30 Juli 2025    RIFKI MARFUZI

Plt Direktur Utama PDAM Way Rilau, Novirina.

Bandarlampung, LE— Upaya Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Way Rilau Kota Bandarlampung untuk meningkatkan layanan publik terus digencarkan. Salah satunya dengan menyiagakan 25 personel pemeliharaan selama 15 jam per hari demi merespons cepat keluhan masyarakat terkait gangguan pasokan air bersih.

Plt Direktur Utama PDAM Way Rilau, Novirina, menyampaikan bahwa langkah ini diambil untuk menekan kasus kebocoran dan gangguan distribusi air yang selama ini menjadi keluhan klasik pelanggan.

Baca juga: Bupati Lampura Ikuti Rakornas Pengawasan Secara Virtual

“Termasuk saya dan direksi yang lain, kami siap bekerja 15 jam. Ini bagian dari totalitas kami meningkatkan pelayanan, sesuai amanah dari Ibu Walikota Bandarlampung, Eva Dwiana,” ujar Novirina, Rabu (30/7/).

Namun, Novirina tak menampik bahwa persoalan layanan PDAM sudah berlangsung lama. Bahkan, menurutnya, sudah menjadi persoalan menahun yang tak kunjung selesai meski beberapa direksi sebelumnya telah berupaya melakukan pembenahan.

“Ini bukan perkara sehari dua hari. Saya bukan Roro Jonggrang. Semua butuh proses. Saat ini saya sedang memetakan akar masalahnya sebelum mencari solusi paling efektif,” tambahnya.

Baca juga: Dendi Minta Aparat Usut Tuntas Penganiayaan Ustadz

Kelurahan Jadi Posko Aduan

Sebagai bentuk pendekatan baru dalam menjaring keluhan masyarakat, PDAM Way Rilau kini menggandeng kecamatan dan kelurahan se-Kota Bandarlampung. Warga yang mengalami gangguan seperti air tidak mengalir atau pipa bocor bisa langsung melapor ke kantor kecamatan atau kelurahan terdekat.

Laporan itu nantinya akan diteruskan ke PDAM sesuai dengan prosedur tetap yang telah disepakati. Targetnya, setiap laporan maksimal ditangani dalam dua hari kerja.

Baca juga: Unila Sosialisasikan PMB Tahun 2026 di SMA Negeri 2 Gadingrejo

Camat Panjang, Hendri Satria Jaya, menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, pelibatan kecamatan akan lebih efektif daripada sistem pengaduan melalui sambungan telepon yang seringkali tidak responsif.

“Melalui koordinasi satu pintu, laporan akan lebih tepat sasaran dan bisa meminimalisasi hoaks atau laporan palsu. Kami segera sosialisasikan program ini ke lurah, RT, dan kepala lingkungan,” ujar Hendri.

Langkah-langkah PDAM Way Rilau dinilai sebagai bentuk keseriusan, namun publik tetap menunggu hasil nyata di lapangan. Transparansi, sistem pelaporan yang cepat, serta evaluasi kinerja secara berkala menjadi hal yang krusial untuk memastikan layanan air bersih berjalan optimal.

Baca juga: Pemkot Bandarlampung Salurkan Rp1,2 Miliar untuk 24 Tempat Ibadah

Masalah klasik PDAM Way Rilau bukan hanya soal teknis di lapangan, tetapi juga soal kepercayaan publik terhadap keseriusan lembaga dalam melakukan perbaikan menyeluruh. Tanpa komitmen jangka panjang dan pembenahan sistemik, program siaga 25 personel pun berisiko hanya menjadi solusi tambal sulam. (red)

               
Komentar Anda

PT GMI / PT GJM

JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com