Bandarlampung, LE — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung fokus membangun karakteristik cabang olahraga (cabor) untuk memaksimalkan pembinaan atlet, terutama dalam menghadapi PON Beladiri. Program ini diawali dengan tes fisik yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing cabor.
Ketua Bidang Pendidikan dan Penataran (Diktar) KONI Lampung, Dr. dr. Khairun Nisa Berawi, M.Kes., AIFO-K., FISCM, menjelaskan bahwa tes fisik berbasis karakteristik cabor ini menjadi kunci persiapan. “Kami sudah membahas hal ini sebagai tahapan awal pra-PON Beladiri dan assessment calon atlet. Tes fisik akan dilakukan berbasis karakteristik cabor agar latihan dan persiapan pertandingan bisa lebih efektif,” ujarnya, Sabtu (26/7).
Menurutnya, assessment awal ini juga akan menjadi dokumen kualifikasi atlet berprestasi dari cabor beladiri yang dimiliki KONI Provinsi Lampung. Tim Sport Sciences akan mempersiapkan instrumen pemeriksaan dan monitoring evaluasi bersama bidang Binpres. Baca juga: Presiden RI Lantik Mirza-Jihan Gubernur dan Wagub Lampung 2025-2030
Wakil Ketua Umum II Bidang Binpres dan Sport Science KONI Lampung, Riagus Ria, menegaskan bahwa pihaknya bergerak cepat menghadapi agenda padat. “Kami sudah menerima mandat melalui SK Ketua Umum KONI Pusat. Tidak ada alasan untuk tidak segera bekerja. Kami terus melakukan pertemuan maraton untuk mencari cara terbaik dalam meningkatkan prestasi atlet,” ujarnya.
Tahun ini, PON Beladiri hanya mengikutsertakan 10 cabor beladiri. Sementara 8 cabor beladiri lainnya direncanakan masuk dalam PON Beladiri III pada 2026. “Kami juga sudah menyiapkan strategi untuk agenda nasional seperti PON Remaja dan PON Olahraga Pantai,” tambah Riagus. (man)
JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com