Rajabasa, LE - Gunung Anak Krakatau (GAK) yang berada di selat Sunda hingga kini masih terus menyemburkan material panas.
Meski tidak ada peningkatan status Waspada (level II), namun larangan mendekat dan berkatifitas dalam radius zona berbahaya 2 km, tetap diberlakukan. Baca juga: DPRD Lampung Minta Pemkot Hentikan Penggerusan Bukit Camang
Seperti disampaikan petugas dari pos pengamatan GAK yang ada di desa Hargo Pancuran Kecamatan Rajabasa, Suwarno mengatakan situasi Gak selama ini masik aktif mengeluarkan material panas.
"Berkenaan dengan hal itu pihak kami sebagai petugas penjaga GAK menghimbau kepada nelayan dan warga masyarakat yang melewati atau sengaja mau berkunjung untuk melihat Gak secara dekat, untuk sekarang ini belum bisa di izinkan karena statusnya Waspada," katanya.
'Kalianda dan Sebesi Aman' Baca juga: Azana Boutique Hotel Lampung Perkuat Sinergi Lewat Business Gathering EO ...
Sementar itu, menanggapi adanya kekhawatian warga sekitar Kalianda dan Pulau Sebesi dari aktifitas GAK, Suwarno menegaskan bahwa aktifitas GAK, baik lontaran material maupun abu letusan masih belum menjamah Kalianda dan Pulau Sebesi.
"Sejauh ini masih aman untuk Kalianda dan Pulau Sebesi," tegasnya.
Hanya saja dengan jarak 2 KM dari GAK baru tidak diizinkan mendekat karena lontaran materialnya bisa mencapai 1-2 KM, dan kini letusannya bisa 30 kali letusan/6 jam," terangnya.
Sementara, lontaran abu vulkanis GAK selama ini belum dinyatakan berbahaya, karena debu vulkanis GAK itu tergantung arah angin, dan semburan debu masih tipis. Baca juga: Gerindra Berlabuh ke Eva – Deddy
Saat di konfirmasi LE tentang alat pantau GAK yang rusak lantaran tertimbun material GAK. Suwarno menyatakan pihaknya kini tengah terus melakukan pemantauan GAK dari daerah Pesauran pantai Carita Merak Banten. "alat yang ada disini sudah di bawa kesana, dan disini (desa Hargo Pancuran red) tidak ada alat pantau hanya ada tropong saja. (hendara)
JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com