16 April 2026

Di Monumen Pers, Pemerintah Janji Perkuat Sinergi dengan PWI

Nasional Sabtu, 04 Oktober 2025    RIFKI MARFUZI

Solo, LE - Monumen Pers Nasional di Surakarta, Solo, kembali mencatat sejarah baru pada Sabtu (4/10). Di gedung tua tempat PWI pertama kali lahir tahun 1946, ratusan wartawan dari berbagai provinsi hadir menyaksikan pengukuhan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat masa bakti 2025–2030.

Setelah sumpah janji diucapkan bulat oleh para pengurus, sorotan acara mengarah pada pesan penting dari Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Meutya Hafid. Dengan suara lantang,

Baca juga: Tiga Camat Lamsel di Lantik

ia menekankan bahwa PWI tidak bisa berjalan sendiri—pemerintah, baik pusat maupun daerah, wajib bersinergi dengan organisasi wartawan tertua di Indonesia ini. “Pemerintah harus mendukung PWI dan ekosistem media tanah air. Saya akan sampaikan ke seluruh Kadis Kominfo agar setiap pemda berkomunikasi dengan PWI di daerah masing-masing,” kata mantan jurnalis Metro TV itu.

Meutya mengingatkan, di tengah gelombang digitalisasi dan hadirnya kecerdasan buatan (AI), peran pers semakin krusial untuk menjadi benteng publik dari derasnya arus hoaks. Ia menyebut, media konvensional yang bernaung dalam PWI terbukti sejak awal kemerdekaan menjadi penyangga demokrasi bangsa.

“PWI makin relevan. Tidak hanya dibutuhkan insan pers, tapi juga bangsa dan negara,” ujarnya.

Baca juga: Arinal Launching Pusat Inkubasi Tanaman Nusantara di Tahura Wan Abdul Ra...

Ketua PWI Surakarta, Anas Syahirul, menambahkan pelantikan di Monumen Pers bukan sekadar seremoni, melainkan simbol kuat untuk menjaga warisan persatuan para pendiri PWI. “Di sinilah api perjuangan itu lahir. Kita harus melanjutkannya,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum PWI, Ahmad Munir, menegaskan bahwa kepengurusan baru dipilih secara selektif untuk menjaga misi besar: menghadirkan kehidupan pers yang merdeka, profesional, dan berpegang teguh pada kode etik jurnalistik.

Rangkaian acara pelantikan juga diwarnai diskusi bertajuk “Merawat Keadaban Bangsa di Tengah Desakan Epidemi Disinformasi dan Supremasi Kecerdasan Buatan”, penampilan penyanyi keroncong Endah Laras, serta Tari Ngigel khas Solo. 

Baca juga: PMI Lampung Serahkan 13 Kursi Roda dalam Program SIGER

Di halaman Monumen Pers, deretan karangan bunga ucapan selamat membentang, seakan menegaskan dukungan luas bagi rumah besar wartawan Indonesia.(red)

               
Komentar Anda

PT GMI / PT GJM

JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com