Bandarlampung, LE – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung membuka ruang kerja sama dengan pihak ketiga, baik dari dalam maupun luar negeri, guna melakukan modernisasi pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bakung secara lebih efisien dan ramah lingkungan.
Modernisasi ini menjadi fokus utama Walikota Bandarlampung, Eva Dwiana, dalam menghadapi persoalan darurat sampah di kota yang setiap harinya menghasilkan sekitar 400–500 ton sampah. Baca juga: Eva Dwiana Datangi Rumah Bocah Tenggelam, Serahkan Bantuan Rp15 Juta
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandarlampung, Veni Devialesti, Jumat (18/7) menjelaskan bahwa sejauh ini Pemkot telah melakukan audiensi dengan sejumlah perusahaan yang tertarik mengelola sampah di TPA Bakung.
Perusahaan-perusahaan tersebut menawarkan berbagai pendekatan teknologi, mulai dari pengolahan sampah menjadi pupuk organik, hingga konversi sampah menjadi energi terbarukan. “Intinya, kita mencari mitra yang bisa memberikan solusi terbaik untuk pengelolaan TPA Bakung ke depan,” ujar Veni.
Meski belum merinci perusahaan mana saja yang sudah melakukan pembicaraan, Veni menyebut keterlibatan pihak asing juga sudah terjadi. Namun, pengumuman resmi akan disampaikan setelah kerja sama mencapai tahap final. Baca juga: Ultras Garuda Lampung Siap Dukung Tim pra-PON
Selain menjajaki kemitraan dengan swasta, DLH Bandarlampung juga mulai meninggalkan sistem open dumping—metode lama yang berpotensi mencemari lingkungan—dan beralih ke sistem controlled landfill.
Controlled landfill adalah sistem pengelolaan sampah yang lebih tertata dan memenuhi standar lingkungan, di mana sampah ditimbun dan ditutup secara sistematis guna mengurangi dampak negatif seperti bau menyengat, longsoran sampah, hingga pencemaran air tanah.
Pada tahun 2025 ini, DLH menargetkan 2 hektar lahan di TPA Bakung untuk dikembangkan dengan sistem baru. Hingga pertengahan tahun, 1 hektar lahan telah berhasil direalisasikan. Adapun total luas lahan TPA Bakung mencapai 13,6 hektar. Baca juga: Komisi V DPRD Lampung Dorong Kolaborasi Pendidikan Berdaya Saing Global
Penguatan Armada dan Infrastruktur
Terkait sorotan DPRD atas kurangnya alat berat di TPA, Veni menjelaskan bahwa saat ini DLH memiliki tiga ekskavator, namun dua unit sedang dalam proses perbaikan. Untuk menunjang operasional, DLH juga akan menambah armada berupa dua ekskavator, dua buldoser, dan tiga dump truck dalam waktu dekat.
Langkah ini merupakan bagian dari respons atas kritik empat pimpinan DPRD Kota Bandarlampung yang menyebut persoalan sampah sudah berada pada tahap darurat. Baca juga: Semarak HUT RI 78, Pemkab Lamsel Gelar Lomba Antar OPD
Selain perbaikan di sisi hulu dan hilir, DLH Bandarlampung terus mendorong partisipasi masyarakat lewat pembentukan Bank Sampah dan pengembangan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).
Bank Sampah merupakan sistem pengelolaan sampah berbasis komunitas, di mana warga dapat memilah sampah dari rumah tangga dan menukarnya dengan insentif ekonomi. Dari target pembentukan 200 bank sampah, saat ini baru 18 yang terealisasi.
Adapun TPS3R berperan penting dalam menekan volume sampah yang dibuang ke TPA. Melalui prinsip reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali), dan recycle (mendaur ulang), TPS3R mampu mengelola sampah langsung di tingkat lingkungan atau kelurahan. Baca juga: PT BMS Gandeng UKM di GoRo Retail
“Kami berharap seluruh program ini bisa saling terintegrasi dan memberikan dampak signifikan untuk pengurangan volume sampah yang dikirim ke TPA,” ujar Veni. (red)
JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com