Jumat, 07 Agustus 2026

Baru Dua Hari Dibersihkan, Sungai Way Awi Kembali Penuh Karung Sampah

Metropolis Jumat, 07 Agustus 2026    RIFKI MARFUZI

Foto Ilustrasi (DOK/LE)

BANDAR LAMPUNG, LE - Kesadaran segelintir warga dalam menjaga kebersihan lingkungan tampaknya masih sangat minim. Belum genap dua hari setelah dibersihkan secara total, aliran Sungai Way Awi di Kelurahan Sukajawa Baru, Kecamatan Tanjungkarang Barat, Kota Bandar Lampung, kembali disesaki oleh tumpukan karung berisi sampah, Jumat (7/8/2026).

Kondisi ini tentu memantik kekecewaan mengingat pada Rabu (5/8/2026) lalu, aparat gabungan dari pihak kecamatan, kelurahan, bersama Satgas Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung baru saja bersusah payah mengangkat seluruh sampah yang menyumbat aliran sungai tersebut.

Baca juga: Dinkes Imbau Masyarakat Tidak Uji Swab Mandiri

Pelaksana Tugas (Plt) Camat Tanjungkarang Barat, Carl Arlyn Akbar, membenarkan temuan miris tersebut saat timnya melakukan pengecekan rutin pada Jumat pagi. Ia mengaku heran lantaran sungai yang baru saja bersih kini kembali berubah menjadi tempat pembuangan. Tumpukan karung sampah itu bahkan sudah terpantau ada kembali saat tim melakukan pengecekan pada waktu subuh.

Sebagai langkah cepat, pihak kecamatan terpaksa kembali menerjunkan tim untuk melakukan pembersihan ulang di lokasi yang sama. Tidak ingin masalah ini terus berulang layaknya permainan kucing-kucingan, Carl menegaskan bahwa pihaknya kini tengah memburu oknum warga yang nekat membuang sampah sembarangan tersebut.

Berdasarkan analisis di lapangan, pihak kecamatan menduga kuat ada oknum yang sengaja memanfaatkan waktu sepi saat warga tertidur lelap untuk membuang sampah. Aksi tak bertanggung jawab tersebut disinyalir dilakukan dari atas jembatan antara pukul 03.00 hingga 04.00 WIB. Untuk mencegah kejadian serupa, petugas akan disiagakan untuk mengawasi area tersebut secara bergantian.

Baca juga: 5.097 Guru Honor Kabupaten Lamsel Menerima Bantuan Insentif

Carl secara tegas mengimbau masyarakat untuk segera menghentikan kebiasaan buruk membuang sampah ke sungai. Selain mencemari lingkungan dan menyumbat aliran air, tumpukan sampah tersebut merupakan bom waktu yang dapat memicu banjir besar saat musim penghujan tiba.

Ancaman banjir di kawasan ini bukanlah isapan jempol belaka. Sungai Way Awi memiliki riwayat luapan air yang sangat cepat. Apabila hujan deras mengguyur kawasan Bandar Lampung lebih dari dua jam, debit air sungai ini dipastikan meluap hingga merendam area bantaran, permukiman warga, bahkan membanjiri jalan raya di sekitar persimpangan tiga RSUD Abdul Moeloek.

Kekhawatiran akan dampak sampah ini semakin beralasan jika mengingat tragedi pada Sabtu, 18 April 2026 lalu. Akibat arus sungai yang terlalu besar dan tak terbendung, talud penahan air sepanjang 40 meter dengan tinggi 5 meter hancur lebur di Kelurahan Jagabaya I dan II, Kecamatan Wayhalim. Hujan intensitas tinggi yang mengguyur sejak beberapa hari sebelumnya dituding sebagai pemicu utamanya.

Baca juga: Dosen IIB Darmajaya Kenalkan Bisnis Digital

Kondisi darurat saat itu bahkan memaksa Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, turun langsung ke lapangan pada malam hari untuk memantau evakuasi dan penanganan. Saat ini, Pemkot Bandar Lampung terus berkomitmen mempercepat proses perbaikan talud secara permanen guna mengantisipasi potensi bencana susulan. Namun, segala upaya perbaikan infrastruktur tersebut dinilai akan sia-sia jika masyarakat masih terus menyumbat urat nadi sungai dengan karung-karung sampah. (red)

               
Komentar Anda

PT GMI / PT GJM

JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com