Rabu, 16 September 2026

Bebaskan Unila dari Ketergantungan UKT, Ini Gebrakan Bacarek Dr. Budiyono

Metropolis Rabu, 16 September 2026    RIFKI MARFUZI

Akademisi Unila, Budiono, memaparkan strategi peningkatan pendapatan kampus guna menekan UKT mahasiswa melalui optimalisasi CSR dan pemanfaatan 150 hektare lahan hibah di Kota Baru sebagai pusat riset serta eduwisata.

BANDAR LAMPUNG, LE - Universitas Lampung (Unila) dihadapkan pada tantangan besar terkait tingginya ketergantungan pembiayaan operasional dari Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa. Merespons kondisi tersebut, Bakal Calon Rektor (Bacarek) Unila, Dr. Budiyono, S.H., M.H., menggagas strategi peningkatan pendapatan kampus (income generating) melalui optimalisasi aset secara masif.

Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan Fakultas Hukum (FH) Unila ini menegaskan, penggalian potensi pendapatan alternatif menjadi kunci utama agar kampus tidak lagi bergantung pada UKT mahasiswa.

"Lebih dari 90 persen pembiayaan Unila saat ini masih mengandalkan UKT mahasiswa. Ini yang akan kita ubah. Jika income generating dari luar berjalan maksimal, kita tidak akan menaikkan UKT, bahkan berpeluang menurunkannya," kata Dr. Budiyono ditemui di ruang kerjanya, Rabu (16/9/2026).

Baca juga: Kado Akhir Tahun, 2.050 Pegawai Dinkes Bandarlampung Dapat Seragam Baru

Budiyono menjelaskan, aset kampus bukan sekadar barang berwujud seperti gedung dan lahan kosong. Tenaga pendidik, jejaring 140 ribu alumni, hingga sinergi dengan pemerintah daerah dan dunia industri, merupakan aset strategis yang harus dikelola dan dikonversi menjadi peluang pendanaan.

Eduwisata di Lahan 150 Hektare dan Optimalisasi RSP Unila

Salah satu program unggulan yang disiapkan Budiyono adalah pemanfaatan lahan hibah seluas 150 hektare dari Pemprov Lampung di kawasan Kota Baru. Ia memproyeksikan lahan tersebut menjadi kawasan pendidikan terpadu sekaligus pariwisata (eduwisata).

Baca juga: Eva Dwiana Minta KPRI Ragom Gawi Go Digital dan Gandeng UMKM

"Membangun kampus di Kota Baru tidak mungkin hanya mengandalkan dana internal. Jika dipercaya menjadi Rektor, orientasi saya adalah memanfaatkan 150 hektare ini menjadi eduwisata, seperti kawasan peternakan dan pertanian. Selain untuk tempat riset, kawasan itu harus mendatangkan nilai ekonomis," jelasnya.

Selain optimalisasi lahan, Budiyono juga membidik potensi Rumah Sakit Pendidikan (RSP) Unila. Ia berencana menggandeng dunia industri di Lampung melalui penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang lebih terarah ke sektor medis kampus.

Selama ini, menurut pengamatannya, penyaluran CSR kerap berpusat pada hibah kendaraan operasional seperti ambulans atau truk sampah. Ke depan, ia menargetkan CSR dialihkan untuk pengadaan alat kesehatan modern berteknologi tinggi bagi RSP Unila.

Baca juga: Indosat Ooredoo Hadirkan Paket Komunikasi Murah di Tanah Suci

"Alat kesehatan ini tidak hanya untuk sarana pendidikan mahasiswa kedokteran, tetapi juga menjadikan RSP Unila sebagai rujukan utama. Masyarakat Lampung tak perlu berobat ke luar daerah, sehingga perputaran ekonomi tetap di sini dan kampus mendapat pemasukan berkelanjutan," paparnya.

Hilirisasi Riset Berdampak Nyata

Di bidang akademik, Budiyono mendorong hilirisasi riset secara masif. Ia ingin mengubah paradigma bahwa penelitian dosen hanya bertujuan untuk memenuhi kewajiban publikasi jurnal semata.

Baca juga: Pemkab Lamsel Gelar Deklarasi Damai Pilkades

Kepakaran para akademisi Unila akan didorong dan ditawarkan secara profesional untuk memecahkan berbagai persoalan strategis di tingkat pemerintah kabupaten, kota, hingga provinsi melalui skema kerja sama.

"Riset harus punya dampak. Bagaimana hasilnya bisa dimanfaatkan langsung oleh pemerintah dan masyarakat luas, yang pada akhirnya mendatangkan income bagi kampus. Investasi pendidikan ini memang tidak instan, tapi keberhasilannya akan sangat terasa ke depan untuk kemajuan Unila," pungkasnya. (red)

               
Komentar Anda

PT GMI / PT GJM

JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com