Bandarlampung, LE – Walikota Bandarlampung Eva Dwiana memastikan pemerintah kota telah menyiapkan langkah terkait nasib tenaga honorer, baik guru maupun nonteknis. Ia menyebut, sekitar 5.000 data honorer sudah diserahkan ke pemerintah pusat untuk diproses menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).
“Kita sudah ajukan semua tenaga kontrak di Bandarlampung. Kalau pusat sudah mengeluarkan keputusan, baik paruh waktu atau penuh waktu, langsung kita proses. Yang penting sabar,” kata Eva menanggapi keluhan guru honorer, Senin (19/8). Baca juga: Nanang -Beriman Siap Berlayar Pilkada Lamsel
Sebelumnya, sejumlah guru honorer mendatangi Gedung DPRD Kota Bandarlampung menuntut kejelasan pengangkatan P3K. Mereka mengaku lelah menunggu kepastian setelah bertahun-tahun mengabdi.
“Kami hanya butuh kejelasan. Kepada siapa lagi kami mengadu?” ujar Riski, guru honorer SDN 3 Langkapura.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandarlampung, Eka Afriana, menyebut aksi para guru sebagai bentuk kepedulian terhadap profesinya. Ia menegaskan komitmennya mengawal aspirasi tersebut hingga tingkat kementerian. “Saya juga sudah ke kementerian, saya bertanggung jawab. Mungkin selama ini kurang sosialisasi,” katanya. Baca juga: Wiyadi Apresiasi dan Rangkul Program Pencinta Alam
Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandarlampung, Asroni Paslah, menyebut ada harapan baru bagi para honorer. Ia menyebut, sebanyak 1.079 guru dan 460 tenaga pendidik telah diusulkan untuk diangkat. “Perkiraan SK keluar 2026. Kami DPRD akan mengawal anggaran jika SK tersebut sudah terbit,” ujarnya. (red)
JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com