Bandarlampung, LE – Kasus kematian seorang balita berusia empat tahun di Sukabumi, Jawa Barat, yang tubuhnya dipenuhi cacing gelang, menjadi perhatian nasional. Tragedi itu juga menggugah langkah cepat Pemerintah Kota Bandarlampung.
Walikota Bandarlampung, Eva Dwiana, menginstruksikan seluruh puskesmas, pustu, hingga puskeskel di kota ini untuk turun langsung ke rumah warga, melakukan penyuluhan sekaligus pengecekan kesehatan bayi dan balita.
“Kita imbau orang tua memperhatikan kebersihan lingkungan, makanan, dan tempat bermain anak. Pemkot sangat concern soal kesehatan, khususnya gizi bayi dan balita. Nanti kita serentak bergerak, 31 puskesmas, 126 pustu, dan 126 puskeskel akan door to door mendatangi warga,” kata Eva, usai memimpin Apel Besar Hari Pramuka ke-64 sekaligus membuka Jambore Cabang ke-V, Rabu (27/8). Baca juga: Stand Dekranasda Lampung Juara 1 PKN 2023
Instruksi itu sekaligus menjadi upaya preventif mencegah ancaman penyakit cacingan yang sering kali tidak disadari orang tua, namun berpotensi fatal.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung, Muhtadi A. Temenggung, menegaskan faktor sanitasi lingkungan menjadi kunci pencegahan. Ia mencontohkan kasus Sukabumi yang terungkap akibat lantai rumah korban masih berupa tanah, memudahkan cacing masuk ke tubuh balita.
“Cacing bisa menembus pori-pori kulit anak saat bermain di lingkungan kotor. Orang tua harus benar-benar memperhatikan kebersihan tempat bermain anak. Selain itu, air minum yang tidak higienis juga rawan mengandung bakteri E. coli,” ujar Muhtadi. Baca juga: Kadis Kominfotik Provinsi Lampung Lakukan Evaluasi Pengelolaan Informasi ...
Ia menambahkan, warga dengan kondisi rumah yang belum memenuhi sanitasi dasar diimbau mulai melakukan perbaikan, minimal terkait higienitas air dan kebersihan lantai.
Langkah serentak ini diharapkan dapat mencegah tragedi serupa menimpa anak-anak di Bandarlampung. (red)
JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com