BANDAR LAMPUNG, LE - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) sukses mendongkrak ekosistem literasi digital warganya. Melalui diseminasi gerakan inovatif bertajuk BALAM READS (Read, Engage, Access, Digital Society) pada Jumat (6/11/2026), tercatat jumlah pengguna aplikasi perpustakaan digital "BUKA BUKU" melonjak drastis lebih dari 100 persen, mencapai 1.013 anggota.
Kepala Dispusip Kota Bandar Lampung sekaligus Project Leader BALAM READS, Hidayat Ismet, menyoroti angle penting dari inisiatif ini. Alih-alih menghamburkan anggaran untuk menciptakan platform baru, pihaknya memilih langkah taktis dengan mengoptimalkan aset digital yang sudah ada.
"BALAM READS bukan membangun aplikasi baru, melainkan menggerakkan perubahan agar (aplikasi) BUKA BUKU yang telah tersedia dapat dikenal, diakses, dan dimanfaatkan lebih luas oleh masyarakat," tegas Hidayat dalam paparannya, Jumat (6/11/2026). Baca juga: ICMI Way Kanan Gelar Silakda
Inisiatif ini lahir dari kesadaran mendasar bahwa perpustakaan daerah harus lincah beradaptasi dengan perubahan perilaku masyarakat yang kini serba digital. Hidayat merinci ada empat masalah utama yang dipecahkan lewat gerakan ini: kualitas SDM aparatur, metode promosi yang masih konvensional, keterbatasan konten elektronik, serta minimnya dukungan lingkungan literasi.
"Tantangannya bukan sekadar menyediakan teknologi, tetapi memastikan teknologi tersebut dikenal, diakses, dan dimanfaatkan masyarakat," tambahnya.
Guna menjawab tantangan tersebut, Dispusip mengusung strategi 3E: Educate (mengenalkan), Engage (melibatkan), dan Empower (memberdayakan). Strategi ini bergeser dari sekadar promosi aplikasi menjadi upaya masif membangun perubahan perilaku dan kolaborasi warga. Baca juga: Gubernur Lampung Luncurkan Desa Baznas di Lampura
Langkah taktis ini terbukti membuahkan hasil nyata. Berdasarkan data statistik terbaru, total anggota BUKA BUKU meroket dari 423 menjadi 1.013 orang (bertambah 590 anggota), menembus target 101,3 persen. Lonjakan juga terjadi pada indikator lain: angka pembaca aktif naik dari 3 menjadi 39 orang, sirkulasi peminjaman buku melonjak dari 11 menjadi 134, dan tingkat kunjungan aplikasi naik dari 109 ke 260 orang.
Keberhasilan tersebut tidak lepas dari pergerakan Tim Efektif Proyek Perubahan yang menggandeng lintas sektor, mulai dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, BAPPERIDA, Bagian Hukum Setda, Diskominfo, hingga komunitas PMII. Tim ini turun langsung mensosialisasikan aplikasi ke 21 satuan pendidikan (SD dan SMP) dengan pendekatan konten edutainment yang kreatif.
Gerakan literasi digital ini juga telah diproteksi dengan payung hukum yang kuat melalui SK Wali Kota Bandar Lampung No. 669/III.18/HK/2026. Menurut Hidayat, kebijakan tersebut memberikan landasan, sementara kelembagaan yang menggerakkan perubahannya. Baca juga: Pemkot Bandarlampung Kucurkan Rp30 Miliar Perbaiki Trotoar dan Drainase J...
Menutup paparannya, Hidayat menjamin inisiatif ini tidak akan sekadar menjadi proyek seremonial semata, melainkan sebuah transformasi pelayanan birokrasi yang menetap.
"Keberlanjutan bukan sekadar melanjutkan kegiatan, tetapi melembagakan perubahan dalam pelayanan," pungkas Hidayat. (red)
JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com