BANDARLAMPUNG, LE - Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung mengantisipasi banjir menjelang musim hujan justru mengungkap persoalan lingkungan. Tim Satuan Tugas (Satgas) Mitigasi Bencana menemukan sisa limbah lemak yang diduga berasal dari aktivitas Rumah Makan (RM) Putih Minang menyumbat saluran drainase di kawasan Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Enggal, Selasa (3/11/2026).
Temuan ini terungkap saat petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Satpol PP tengah mengangkat sampah serta endapan sedimentasi di kawasan tersebut.
Camat Enggal, Supriyadi, membenarkan adanya limbah lemak yang terbawa ke saluran umum. Pihaknya langsung menginstruksikan pengelola rumah makan untuk memperbaiki tempat penampungan dan filter khusus lemak. Baca juga: Riana Sari Bagikan Sembako Masyarakat Trimurjo Lamteng
Pimpinan RM Putih Minang, Rudi, saat dikonfirmasi menyatakan kesiapannya untuk melakukan perbaikan. Ia berjanji akan memperbaiki saringan lemak guna mencegah limbah usahanya kembali mencemari drainase.
Meski demikian, perwakilan Tim Satgas, Idham Basyar Sahputra, meminta pihak pengelola tidak hanya memasang, tetapi juga mengevaluasi grease filter yang ada. Dari pantauan lanjutan Satgas, meskipun air buangan rumah makan tampak jernih, masih ditemukan sisa lemak yang lolos dari proses penyaringan.
"Perbaikan sistem penyaringan tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengolahan limbah, sehingga sisa lemak dapat tertahan sebelum air buangan dialirkan ke drainase," tegas Idham. Baca juga: Pemprov Lampung Sampaikan Raperda APBD 2024
Pembersihan Masif di Wilayah Rawan
Di luar temuan limbah usaha, intensifikasi pembersihan sungai dan saluran air terus digencarkan di berbagai titik rawan genangan. Di Kecamatan Teluk Betung Utara (TBU), aparatur kelurahan bersama warga bergotong royong membersihkan aliran Way Kupang yang menjadi muara penampungan air dari enam kelurahan.
Camat TBU, Zolahuddin, menjelaskan bahwa pengerjaan saat ini difokuskan pada metode manual, namun pihaknya telah menyiapkan opsi lanjutan. Baca juga: Menapaki Jalan Menuju Profesionalisme
"Semaksimal mungkin kami laksanakan secara manual dengan peralatan yang ada. Namun demikian, kami juga selalu berkoordinasi dengan dinas terkait atau OPD untuk mendapatkan bantuan alat berat apabila pekerjaan tidak memungkinkan dilakukan secara manual," ungkap Zolahuddin.
Melalui langkah mitigasi serentak ini, Pemkot Bandarlampung berharap risiko banjir dapat ditekan. Pemerintah juga menekankan bahwa sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan kepatuhan pelaku usaha dalam mengelola limbah merupakan kunci utama menjaga kebersihan dan keamanan tata kota selama musim penghujan. (red)
JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com