Bandarlampung - Terus meluasnya paham radikal di masyarakat mengharuskan semua pihak harus berperan aktif menghalau dan memberantas jaringan hingga ke akar. Hal ini dimulai dengan menyasar mahasiswa yang kerap menjadi sasaran rekrut.
Polda Lampung menggandeng Universitas Muhammadiyah (UM) Lampung, menggelar diskusi dan nobar film "Mata Tertutup" yang menceritakan bagaimana paham radikal masuk ke masyarakat melalui berbagai perkumpulan sehingga menyebabkan penyimpangan perilaku. Baca juga: Majelis Hakim Tolak Gugatan Alzier
Kepala Biro Operasi Polda Lampung, Kombes Pol Yosi Hariyoso, menyampaikan pihaknya gencar melakukan sosialisasi untuk menghalau penyebarluasan paham radikal sehingga potensi untuk menyebarnya semakin sempit.
"Saat ini penyebaran paham radikal di masyarakat bukannya menurun tetapi mengalami peningkatan yang signifikan, hal ini perlu diwaspadai dan kami melakukan berbagai upaya pencegahan," urainya, Kamis (20/12/2018).
Rektor UM Lampung, Dr Dalman MPd, menyambut baik pelaksanaan diskusi dan sosialisasi tersebut, Ia juga menggaransi seluruh keluarga besar dan civitas akademik tak ada yang tergabung atau masuk ke paham radikal bahkan terorisme. Baca juga: Dubes Sjahroedin dan Gubernur Ridho Ficardo Promosikan Lampung di Kroasia
"Saya pastikan civitas akademik UM Lampung tidak ada yang memiliki dan masuk ke jaringan radikalisme. Namun demikian, sosialisasi ini sangat baik sebagai upaya pencegahan dan ajang silaturahmi ," imbuhnya.
Ia juga meminta kepada seluruh mahasiswa untuk dapat menjadi bagian dari sosialisasi di masyarakat, serta mampu menganalisis dampak yang ditimbulkan dari penyebaran paham ini.
Sementara, mantan komando Negara Islam Indonesia (NII), Ken Setiawan yang sebelumnya aktif merekrut masyarakat menjadi anggota, membeberkan penyimpangan dan akiba pencucian otak yang dilakukan kelompoknya. Baca juga: Silaturahmi Ramadhan Sekaligus Peninjauan Pasar Murah dan Bazar Ramadhan ...
"Perlu dilakukan komunikasi yang baik dalam keluarga, serta menanamkan nilai keislaman yang sesuai dengan ajaran yang seharusnya agar terhindar dari berbagai paham radikal yang disebarkan secara masif," urainya.
Ken juga mengakui saat ini masih ada sekitar 10 persen anggota NII yang masih aktif melakukan perekrutan di Lampung, hal ini perlu diwaspadai mengingat lokasi perekrutan tidak lagi menyasar tempat ibadah melainkan ditempat umum melalui berbagai upaya. (LEN)
JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com