18 April 2026

Pulau Pasaran, "Surga" Ikan Teri Terbesar di Lampung yang Kini Jadi Destinasi Wisata

Metropolis Jumat, 06 Februari 2026    RIFKI MARFUZI

Walikota Bandarlampung, Eva Dwiana bersama Jajaran Pemprov Lampung dan Forkopimda ketika meninjau centra teri Asin di Pulau Pasaran, Jumat (6/2/2026).

Bandarlampung, LE - Tak jauh dari hiruk-pikuk pusat Kota Bandarlampung, terdapat sebuah pulau yang menjadi jantung produksi ikan teri bagi Provinsi Lampung, bahkan merambah pasar nasional. Itulah Pulau Pasaran, sebuah permukiman padat yang secara administratif masuk dalam wilayah Kecamatan Teluk Betung Timur.

Sejak tahun 1960, pulau ini telah mengukuhkan diri sebagai sentra pengolahan ikan teri. Wangi khas ikan asin yang dijemur di bawah terik matahari menyambut siapa saja yang melintasi jembatan penghubung menuju pulau ini.

Baca juga: Duta Vaksin Lamsel Tinjau Vaksinasi Covid-19 di RS Bob Bazar

Hampir seluruh penduduk Pulau Pasaran menggantungkan hidup dari laut. Mereka bekerja sebagai nelayan atau pengolah ikan. Produk unggulan mereka sudah melegenda, mulai dari teri nasi (sering disebut teri medan), teri jengki, teri jumbo, teri buntiaw, hingga cumi asin.

Tak hanya teri, denyut ekonomi di sini juga didukung oleh industri galangan kapal kayu serta budidaya keramba apung kerang hijau yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Kini, Pulau Pasaran tak hanya sekadar tempat bekerja bagi para nelayan. Pulau ini bertransformasi menjadi destinasi wisata alternatif yang menawarkan pengalaman unik secara gratis.

Baca juga: Timur Tengah Memanas, Walikota Eva Dwiana Pastikan Keamanan Jemaah Umrah ...

Wisatawan bisa melihat langsung proses tradisional pengolahan ikan, mulai dari pemilihan hasil tangkapan hingga penjemuran. Selain wisata edukasi, Pulau Pasaran adalah spot favorit bagi pemburu senja. Saat sore menjelang, matahari terbenam (sunset) di ufuk laut menjadi latar sempurna bagi warga yang ingin berswafoto.

Bagi pencinta kuliner, tersedia berbagai olahan ikan segar di kafe-kafe lokal dan sentra UMKM yang dikelola masyarakat setempat. Pulau ini juga menjadi pintu masuk bagi para pemancing yang ingin menuju spot mancing terbaik di perairan Lampung.

Walikota Bandarlampung, Eva Dwiana, menegaskan bahwa Pulau Pasaran adalah aset berharga bagi pariwisata dan ekonomi kreatif kota ini.

Baca juga: Satgas TMMD Kodim 0421/LS dan Warga Syukuran Onderlagh

"Potensi ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk ikan asin lokal serta memberikan kontribusi positif bagi perekonomian masyarakat setempat," ujar Eva Dwiana di sela-sela aksi bersih-bersih di Pulau Pasaran, Jumat (6/2/2026).

Ia juga memberikan apresiasi khusus bagi para ibu pengrajin ikan yang menjadi tulang punggung pengolahan hasil laut di Pulau Pasaran. Menurutnya, semangat gotong royong kaum perempuan di sini tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga mengangkat citra kuliner Bandar Lampung.

"Mereka tidak hanya menjadi tulang punggung dalam proses pengolahan ikan, namun juga memberikan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. Dengan semangat ini, kita bisa mengangkat potensi pariwisata hingga ke tingkat internasional," imbuhnya.

Baca juga: Arinal Ajak Nestle Bina Petani Kopi Petik Biji Merah

Pemerintah Kota Bandarlampung berharap, dengan pengembangan fasilitas yang terus dilakukan, Pulau Pasaran bisa menarik lebih banyak wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. (red)

               
Komentar Anda

PT GMI / PT GJM

JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com