Bandarlampung, LE – Pembongkaran Pasar Griya Sukarame oleh Pemkot Bandarlampung dengan dibantun aparat TNI dan Polri, Jumat (20/7/2018) ricuh. Terjadi dorong-dorongan antara warga dan personel Polisi Pamong Praja Kota Bandarlampung.
Praktis prosesi penggusuran bangunan di atas lahan milik Pemkot Bandarlampung tersebut kisruh, banyak warga yang berteriak dan menangis ketika melihat eksavator meratakan satu persatu bangunan milik warga. Baca juga: Kemendagri: THR dan Gaji ke-13 Pemda Bersumber dari DAU dan Pendapatan La...
Nuraini warga setempat sambil terisak mengaku kebingungan untuk tinggal dimana pasca dihancurkan rumahnya oleh Pemkot Bandarlampung. “Saya mau tinggal dimana, saya binggung. Mana suami saya penghasilannya rendah,” ujarnya terisak.
Sementara warga lainnya sahut-sahutan meneriakan takbir, dan diantaranya tidak sedikit yang melontarkan umpatan kekesalan. "Dasar tidak punya hati nurani, tidak punya prikemanusiaan," teriak warga sambil tarik-menarik dengan petugas Sat Pol PP.
Begitu sengitnya Tarik-menarik antara warga dan Pol PP hingga berujung insiden baku hantam. Terlihat warga mengalami pemukulan dan terjangan ketika memaksa menerobos blokade Pol PP. Baca juga: Fatayat NU Lampung Kirim Doa Ketum dan Bukber Pengurus
Beberapa warga juga terlihat diamankan dalam kerusuhan tersebut. Tidak hanya itu, anak-anak kecil yang berada di lokasi juga terlihat menjerit histeris. “Kami rakyat kecil jangan gusur dan tindas kami,” teriak warga. (rif/yus)
JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com