Dua ruang ujian yang sederhana dan dingin, suasana tampak tenang namun tegang. Sejumlah wartawan dari berbagai daerah berkumpul di sini, bukan untuk meliput berita, tetapi untuk menguji kemampuan mereka melalui uji kompetensi wartawan yang diadakan oleh Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Lampung bersama Lembaga Uji Dr. Moestopo. Ini adalah momen penting dalam perjalanan karier mereka sebagai jurnalis.
Pagi itu, para peserta memulai hari dengan harapan dan kecemasan. Baca juga: TEC Sosialisasikan Perda Ketahanan Keluarga di Lampung Selatan
"Saya sudah mempersiapkan diri selama beberapa bulan," Syahrial, seorang wartawan asal Bandarlampung yang sudah tujuh tahun berkarir di bidang jurnalisme.
"Saya ingin memastikan bahwa saya tidak hanya sekedar 'menjadi wartawan', tetapi benar-benar menjadi wartawan yang kompeten dan profesional."
Uji kompetensi wartawan ini adalah salah satu langkah yang diambil JMSI Lampung untuk memastikan bahwa setiap wartawan di Lampung memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam melaksanakan tugas mereka. Baca juga: Mahasiswa KKN Kenalkan Eco Printing Tote Bag, Tingkatkan Kreativitas Ibu-...
Menurut Ketua JMSI Lampung Novriwan, tujuan dari ujian ini adalah untuk menjamin standar etika, kualitas laporan, dan keberimbangan berita yang disampaikan kepada publik.
"Uji kompetensi ini lebih dari sekedar formalitas, ini adalah sarana untuk mengukur seberapa baik wartawan memahami kode etik jurnalistik, metodologi peliputan, serta prinsip-prinsip dasar jurnalisme yang berkualitas dan etika."terangnya dalam sambutan Pembukaan UKW JMSI Lampung - Moestopo, Rabu (17/7/2024), Alodia Hotel, Bandarlampung.
Pj Gubernur Lampung yang diwakili oleh asisten 1 bidang Sumber Daya Masusia Intizam sangat mengapresiasi UKW yang digelar dan akan selalu mensuport JMSI Lampung dalam kegiatan pengutan SDM. Baca juga: Apel Terakhir Wakil Bupati Lampung Selatan, Pandu Sampaikan Pesan Perpisa...
"Kami akan selalu terus mensuport kegiatan seperti ini karena memang di perlukan penguatan SDM pada wartawan, intinya kami suport hal seperti ini."katanya.
Para peserta melalui serangkaian tes, mulai dari ujian tertulis yang menguji pengetahuan mereka tentang etika dan hukum jurnalistik, hingga simulasi peliputan berita yang menilai keterampilan praktis mereka di lapangan.
"Tantangan terbesar dalam uji kompetensi ini adalah menjaga objektivitas dan kredibilitas dalam setiap laporan yang kami buat," ujar Endang seorang wartawan muda yang baru satu tahun berkecimpung di dunia jurnalisme. Baca juga: Gubernur Arinal Hadiri Pengkuhan Kepala Perwakilan BI Lampung
"Kadang kita perlu menghadapi konflik kepentingan dan tetap berpegang pada prinsip jurnalistik yang benar."
Dari sudut pandang peserta, proses ini adalah sebuah perjalanan refleksi dan evaluasi diri. "Ini adalah kesempatan untuk melihat seberapa jauh saya telah berkembang dan apa yang masih perlu saya pelajari," kata Sonni, wartawan yang mengikuti UKW Utama "Meski prosesnya menegangkan, saya merasa ini adalah bagian dari usaha untuk menjadi wartawan yang lebih baik."
Saat ujian berakhir, para peserta keluar dari ruang ujian dengan campuran rasa lega dan antisipasi. Bagi mereka, hasil dari uji kompetensi ini bukan hanya tentang lulus atau tidak, tetapi lebih kepada bagaimana mereka dapat terus belajar dan berkembang dalam profesi mereka. Baca juga: 6.573 Peserta Guncang Kalianda! HUT Ke -69 Lampung Selatan
Uji kompetensi wartawan ini mungkin hanya satu langkah dalam perjalanan panjang mereka sebagai jurnalis, tetapi langkah ini adalah fondasi bagi masa depan yang lebih baik untuk jurnalisme di Lampung.
"Semoga hasil UKW ini akan membawa dampak positif bagi karier saya dan juga untuk kualitas berita yang saya sajikan kepada publik," harapan Nila yang mengikuti ujian Madya saat melangkah keluar dari ruang ujian, siap menghadapi tantangan berikutnya di dunia jurnalisme. (Nila)
JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com