8 Juni 2026

IHK Turun, Kota Bandarlampung Alami Deflasi 0,04 persen

Ekonomi Rabu, 01 Agustus 2018    adminLE

Kepala Badan Pusat Statistik Lampung, Yeane Irmaningrum, saat memberikan keterangan berita resmi statistik di kantornya, Rabu (1/8/2018). (Foto: Leni Marlina/LE-News)

Bandarlampung, LE - Deflasi Kota Bandarlampung menempati peringkat ke-70 dari 82 kota yang diamati perkembangan harganya. Dari 82 kota, 68 kota mengalami lnflasi dan 14 kota mengalami deflasi.

lnflasi tertinggi terjadi di Sorong sebesar 1,47 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Surabaya, Depok, dan Banyuwangi sebesar 0,03 persen. Deflasi tertinggi terjadi di Ambon sebesar 1,45 persen, sedangkan deflasi terendah terjadi di Palembang sebesar 0,01 persen.

Kota Bandarlampung mengalami deflasi sebesar 0,04 persen karena adanya penurunan lndeks Harga Konsumen (lHK) dari 134,62 pada Juni 2018 menjadi 134,56 pada Juni 2018. Hal ini diutarakan kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung, Yeane Irmaningrum, Rabu (1/8/2018).

Baca juga: Hamartoni Ahadis Lantik 129 Pejabat Fungsional

Hanya satu kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi di Kota Bandarlampung, yaitu kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan turun sebesar 1,83 persen. Sebaliknya enam kelompok lain, yaitu bahan makanan mengalami inflasi atau kenaikan sebesar 0,66 persen;

"Kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,31 persen; kelompok sandang 0,19 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,12 persen; kelompok kesehatan 0,12 persen; dan kelompok perumahan, air, Iistrik, gas dan bahan bakar 0,08 persen," ujar Yeane.

Sumbangan kelompok pengeluaran dalam pembentukan deflasi bulan Juli 2018 seluruhnya adalah dari kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,28 persen.

Baca juga: Plt. Bupati Lamsel Kukuhkan Anggota Paskibra

Sebaliknya, enam kelompok lain menyumbangkan andil inflasi, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,16 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,03 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,02 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar; kelompok sandang; dan kelompok kesehatan masing-masing memberikan andil sebesar 0,01 persen.

Beberapa komoditi yang dominan memberikan andil dalam pembentukan deflasi diantaranya, angkutan antar kota, cabal merah, bawang merah, kendaraan carter/rental, daging ayam kampung, daging sapi, udang basah, anggur, ikan layang/benggol, dan ayam hidup.  (rif/len)

               
Komentar Anda

PT GMI / PT GJM

JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com