Minggu, 06 September 2026

Hujan Debu GAK, Damkarmat Bandar Lampung Terjunkan 11 Armada Semprot Jalan Protokol

Metropolis Sabtu, 05 September 2026    RIFKI MARFUZI

Damkarmat Bandar Lampung tancap gas menyisir dan menyemprot jalanan protokol kota malam ini. Sebanyak 11 armada gabungan diterjunkan langsung sesuai instruksi Wali Kota Eva Dwiana, Sabtu (5/9/2026).

BANDAR LAMPUNG, LE - Merespons hujan abu vulkanik pekat akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung langsung mengambil tindakan cepat. Sebanyak 11 unit kendaraan pemadam beserta 40 personel dikerahkan turun ke jalan untuk menyisir dan menyemprot berbagai titik jalan protokol, Sabtu (5/9/2026).

Langkah taktis operasional ini diinstruksikan langsung oleh Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, sebagai garda terdepan untuk meminimalisasi ancaman kesehatan masyarakat dan kecelakaan lalu lintas akibat paparan debu.

Baca juga: Menuju Deklarasi UM Lampung sebagai Enterpreneur University

Kepala Dinas Damkarmat Kota Bandar Lampung, Anthoni Irawan, menegaskan bahwa pergerakan armadanya adalah respons krusial atas memburuknya kualitas udara dan jarak pandang di ibu kota provinsi sejak Sabtu sore.

"Penyemprotan difokuskan pada pembersihan badan jalan dan trotoar. Tujuannya menekan intensitas debu beterbangan yang saat ini sangat mengganggu jarak pandang dan secara langsung membahayakan pernapasan pengguna jalan," jelas Anthoni, Sabtu (5/9/2026).

Selain operasi pembersihan oleh petugas Damkarmat, para pamong di tingkat kecamatan saat ini juga tengah dikerahkan ke lapangan untuk memetakan titik-titik wilayah terparah. Data tersebut akan menjadi acuan Pemkot Bandar Lampung dalam menentukan langkah penanganan lanjutan yang tepat sasaran.

Baca juga: Rusak Demokrasi, Herman HN Desak KPK Usut Money Politic di Pilgub Lampung

Peringatan Keras Keselamatan dari Damkarmat

Mengingat bahaya partikel mikroskopis abu vulkanik yang tajam dan merusak, Anthoni Irawan mengeluarkan peringatan keras dan panduan keselamatan ketat bagi warga yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan. Untuk proteksi pernapasan, warga diwajibkan menggunakan masker berstandar N95 atau KN95. Apabila tidak tersedia, warga disarankan melakukan proteksi ganda dengan memakai masker medis yang dilapisi masker kain agar menempel rapat tanpa celah di wajah.

Selain pernapasan, perlindungan area mata dan kulit juga tidak kalah krusial. Warga diminta memakai kacamata pelindung dan dilarang keras menggunakan lensa kontak (softlens) karena debu vulkanik berisiko tinggi terperangkap dan menggores kornea mata. Guna mencegah iritasi kulit, masyarakat dianjurkan mengenakan pakaian berlengan panjang, celana panjang, serta sepatu tertutup.

Baca juga: Selamat, ADT Jadi Advokat

Lebih lanjut, Damkarmat juga menyoroti pentingnya keamanan ekstra dalam berkendara karena kondisi jalanan yang tertutup debu menjadi sangat licin. Pengendara motor diwajibkan memakai helm full-face dengan kaca tertutup rapat serta sarung tangan. Sementara itu, bagi pengendara mobil, seluruh jendela pastikan tertutup rapat dan atur penyejuk udara (AC) pada mode sirkulasi dalam kabin, sehingga udara beracun dari luar tidak tersedot masuk ke dalam kendaraan.

Konteks Perluasan Hujan Abu

Operasi masif Damkarmat ini dilakukan setelah Kota Bandar Lampung turut dikepung abu vulkanik GAK memasuki Sabtu sore hingga malam. Hampir seluruh wilayah mulai dari Sukarame, Kemiling, Rajabasa, Way Halim, Kedaton, hingga Teluk Betung dan Panjang tertutup lapisan debu pekat.

Baca juga: Wagub Launching Calender of Event Pariwisata 2020, Siapkan 86 Event Wisata

Pergerakan angin ke arah barat dan barat laut membawa material vulkanik ini meluas secara masif menyelimuti tujuh kabupaten/kota di Provinsi Lampung. Sebelum mencapai Bandar Lampung, abu tebal lebih dulu menghantam pesisir Lampung Selatan (Pulau Sebesi, Rajabasa, Kalianda, Bakauheni, Penengahan, Katibung), Tanggamus (Pematang Sawa), Pesisir Barat, Pesawaran (Pulau Pahawang, Way Ratai), serta menyentuh Pringsewu dan sebagian Lampung Tengah.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, saling menjaga, dan aktif membagikan informasi keselamatan dari aparat terkait kepada keluarga maupun kerabat terdekat. (red)

               
Komentar Anda

PT GMI / PT GJM

JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com