16 April 2026

Hari Pangan Solusi Lawan Covid-19

Metropolis Rabu, 21 Oktober 2020    RIFKI MARFUZI

LE, Bandarlampung - guna memperingati Hari Pangan Sedunia 16 Oktober, Anggota DPRD Provinsi Lampung, Midi Iswanto mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjadi pahlawan pangan bagi keluarganya. Terlebih di masa pandemi Covid – 19.
Anggota fraksi Partai Demokrat ini mengajak masyarakat untuk memaksimalkan dan memanfaatkan pekarangan rumah untuk belajar berkebun.

"Sekecil apapun pekarangan, bisa dimanfaatkan untuk bercocok tanam. Gak punya tanah? Kan sudah ada cara bercocok tanam yang tidak memerlukan tanah, sistem hidroponik, yang menggunakan sarana air atau sabut, kapas, sekam dan tidak harus memiliki lahan yang luas,"jelas Midi kepada Lenews.ID, Jumat (16-10/2020).

Menurutnya, masyarakat dapat menanam kebutuhan sayur mayurnya menggunakan gelas atau botol plastik bekas yang selama ini merupakan sampah yang dihasilkan rumah tangga.

Baca juga: Terdakwa Kabur, Hakim Perintahkan JPU Jemput Paksa

Ia berharap dengan belajar berkebun dengan cara modern, kebutuhan sayur mayur masyarakat dapat terpenuhi hingga dapat menghadapi guncangan harga jual yang kerap meroket tajam.
"Kenaikan pangan itu ada musimnya, seperti ramadhan, natal atau tahun baru. Sudah semestinya masyarakat mengantisipasinya dengan mencoba menanamnya sendiri hingga saat cabai mahal atau sayur mayur harganya meroket, gak pusing pusingnya. Atau ketika petani gagal panen, kita ada stok tanamannya, "kata Midi yang juga Ketua Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) Provinsi Lampung ini.

Selain memanfaatkan lahan, Midi juga menambahkan masyarakat yang tetap bisa menjadi pahlawan pangan dengan memilih pangan lokal yang sehat dan sesuai dengan musim.

"Masyarakat kita cenderung suka pangan pangan, buah dan sayur impor tanpa bahaya karena mungkin saja mengalami penyemprotan untuk mencegah pembusukan saat proses distribusi ke sini,".

Baca juga: Pemprov Pasang Target 2019, 14 Juta Winus dan 300 Ribu Wisman

Sementara, dikatakan Midi, buah atau sayur lokal lebih banyak jenis makanannya impor karena sesuai dengan musim sehingga tidak bosan.

"Tuhan memang menyediakan buah-buahan tersebut tak terkalahkan dengan tubuh dan daya tahan tubuh kita. Peran pemerintahlah yang seharusnya lebih giat lagi untuk memperkenalkan keunggulan pangan lokal tersebut, yang tidak diketahui masyarakat, "serunya. 

Midi pun meminta masyarakat dapat menghormati makanan dan mengurangi sampah karena menurutnya sampah makanan memberikan pengaruh pada peningkatan emisi gas rumah kaca, banyaknya sampah makanan yang tidak dikelola dengan baik.

Baca juga: Warga Lingsuh Harapkan Perbaikan Jalan

"Sama saja seperti kita yang sering menyia – nyiakan air, tanah dan sumber daya lain yang diperlukan untuk menumbuhkan makanan. Gaya hidup kita yang masih suka buang makanan, bukan cara menghormati makanan, "terang Midi. (LE-zahdi) 

 
 

Tags : 
               
Komentar Anda

PT GMI / PT GJM

JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com