17 April 2026

Densus 88 Ingatkan Ancaman Radikalisme Digital, Warga Diminta Jadi Benteng Pertama

Metropolis Rabu, 10 September 2025    RIFKI MARFUZI

Bandarlampung, LE— Aula Kelurahan Gedongmeneng, Rabu (10/9/2025), dipenuhi puluhan pamong dan linmas yang serius menyimak pemaparan dari Densus 88 Antiteror. Bukan sekadar ancaman bom atau serangan bersenjata, kini bahaya radikalisme hadir lewat medium yang akrab di tangan: ponsel pintar.

“Dalam tiga tahun terakhir, Indonesia tidak lagi menghadapi serangan teror fisik. Tapi itu bukan karena Densus hebat, melainkan karena adanya peran serta masyarakat,” ujar Ipda Elang Aryo, perwakilan Densus 88 Mabes Polri.

Baca juga: Kuy Nyok, Olive Salon Diskon Besar

Menurut Elang, medan pertempuran kini bergeser. “Kita sedang masuk perang modern. Ideologi, moral, hingga nasionalisme, semua bisa disusupi lewat media sosial,” katanya. Narasi di dunia maya terbukti mampu menggiring bahkan aparat keamanan untuk bergabung ke kelompok ekstrem.

Karena itu, literasi digital menjadi benteng pertama. “Saring dulu sebelum membagikan informasi. Jangan belajar agama hanya lewat daring, tapi rujuklah kepada guru di sekitar kita,” tegasnya.

Elang menggambarkan metode serangan kelompok radikal dengan ilustrasi segitiga: aksi (pengeboman, penembakan, propaganda), politik (penyusupan ke ormas, partai, instansi), dan ideologisasi (menyusup lewat layanan pendidikan, kesehatan, hingga bantuan sosial). Dari tiga itu, ideologisasi dianggap paling berbahaya karena berusaha meraih simpati publik.

Baca juga: Partai Prima Ajak Masyarakat Pilih Mirza-Jihan, Tolak Golput Politik Uang

Ia juga mengapresiasi Lampung yang dinilai cukup dewasa dalam berdemokrasi. Aksi mahasiswa dan masyarakat di DPRD beberapa waktu lalu berlangsung tertib tanpa provokasi. Bahkan, warga membantu aparat mencegah penyusup yang membawa bom molotov. “Bahasa saya, Lampung ini keren: aman dan damai,” ujarnya.

Lurah Gedongmeneng, Heri Wahyudi, menyambut positif inisiatif edukasi ini. “Pemahaman sejak dini membuat kita bisa membedakan mana radikalisme dan mana yang tidak. Ini penting, terutama di lingkungan kami,” katanya.

Edukasi semacam ini, menurut Heri, menjadi modal sosial berharga agar masyarakat tidak lengah di tengah derasnya arus informasi digital. (san)

Baca juga: Darmajaya Wakili Lampung di Ajang Mister Global Indonesia 2019

 

               
Komentar Anda

PT GMI / PT GJM

JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com