10 April 2026

Bunda Eva Salurkan 1.202 Paket Bantuan Banjir, Pastikan Warga Belum Terdata Tetap Terakomodir

Metropolis Minggu, 08 Märet 2026    RIFKI MARFUZI

Walikota Bandarlampung, Eva Dwiana, saat menyerahkan bantuan uang tunai Rp1 juta dan beras 10 kg kepada warga terdampak banjir di Sukarame, Minggu (8/3/2026).

Bandarlampung, LE – Walikota Bandarlampung, Eva Dwiana, memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajarannya untuk memastikan tidak ada satu pun warga terdampak banjir parah yang luput dari bantuan. Ia meminta warga yang merasa belum terdata agar segera melapor melalui aparatur kecamatan setempat.

Penegasan tersebut disampaikan Walikota yang akrab disapa Bunda Eva ini saat memimpin langsung penyaluran bantuan di Kecamatan Sukarame, Minggu (8/3/2026).

Baca juga: GAK Berstatus Siaga (Level III)

“Bantuan saat ini kita prioritaskan untuk warga yang rumahnya terdampak parah. Tapi kami terus membuka diri, kami masih menerima laporan. Jika ada warga yang benar-benar terdampak namun belum masuk data, segera lapor, akan kita berikan bantuannya,” ujar Bunda Eva dengan nada tegas.

Dalam giat tersebut, terungkap bahwa jumlah penerima bantuan terus bertambah seiring penyisiran di lapangan. Khusus di Kecamatan Sukarame, tercatat sebanyak 438 warga menerima bantuan berupa beras 10 kilogram dan uang tunai senilai Rp1 juta.

Secara akumulatif, Pemkot Bandarlampung telah mendistribusikan bantuan kepada 1.202 warga yang tersebar di empat kecamatan terdampak paling parah, yakni Sukarame, Tanjung Seneng, Way Halim, dan Sukabumi. Bunda Eva pun memerintahkan para camat dan lurah untuk lebih cekatan menyisir setiap gang dan pemukiman agar penyaluran tepat sasaran.

Baca juga: Gratiskan BPJS RT dan Linmas, Bunda Eva: Kerjanya Harus Lebih Cekatan

Meski fokus pada bantuan kemanusiaan, Bunda Eva kembali mengungkapkan kekecewaannya terhadap lambannya respons Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Menurutnya, upaya maksimal Pemkot dalam membangun drainase dan sistem resapan di titik-titik krusial seperti Tanjung Seneng hingga underpass tidak akan efektif tanpa normalisasi sungai utama yang menjadi wewenang pusat (Balai).

“Kalau bicara kerja, kami di daerah sudah siang malam. Drainase sudah kita bangun tinggi. Tapi kendalanya ada di sungai-sungai besar, itu kewenangan Balai. Kita tidak bisa apa-apa kalau Balai-nya banyak diam,” keluh orang nomor satu di Kota Tapis Berseri tersebut.

Persoalan ego sektoral dan kewenangan normalisasi sungai ini rencananya akan dibawa Bunda Eva ke tingkat yang lebih tinggi dalam rapat koordinasi bersama Gubernur Lampung yang dijadwalkan, Senin (9/3/2026) besok.

Baca juga: Granat Paparkan Metode Pencegahan Narkoba di DPRD Lampung

Menutup arahannya, Bunda Eva menyelipkan pesan emosional kepada warga di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih mengintai. Ia meminta para orang tua untuk tidak lengah mengawasi buah hati mereka.

“Bunda minta tolong, jaga anak-anak kita. Jangan biarkan mereka bermain air banjir. Kita tidak ingin ada lagi kejadian nahas atau korban jiwa karena arus yang tidak terduga,” tutupnya. (red)

               
Komentar Anda

PT GMI / PT GJM

JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com