Bandarlampung, LE – Masyarakat Desa Sukadamai Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan mengeluhkan proyek pembangunan rigit beton Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Lampung di wilayahnya.
Pasalnya, bahu jalan rigit beton yang baru selesai dibangun tersebut belum selesai dibangun, dan hanya ditutupi tanah merah. Alhasil, ketika hujan deras bahu jalan jadi berlumpur dan tak jarang memicu kecelakaan. Baca juga: Ultimatum 2 Minggu! BPN Wajib Ungkap Data dan Hadirkan SGC ke DPR
Hal ini seperti yang dialami Fachriyansjah dan rekannya yang melintas di Desa Sukadamai Kecamatan Natar, Selasa (19/2/2019).
Sekira pukul 17:00 WIB ketika hujan deras, Mobil Avanza Hitam BE 1605 CF yang dikendarainya terperosok ke bahu jalan rigit beton karena menghindari kendaraan dari arah depan.
"Saya pikir bahu jalannya keras, tidak tahunya hanya tanah liat. Jadi dua ban mobil saya disebelah kiri terpersok," keluhnya. Baca juga: IIB Darmajaya Gelar Seminar Daring Trik Jitu Edit Foto
Dia menyesalkan pihak kontraktor yang hanya menabur tanah liat di bahu jalan. "Lebih baik jangan ditutupi dengan tanah liat seperti itu, malah membuat pengguna jalan tertipu," tukasnya.
Ditempat yang sama, Mulyadi warga Desa Sukadamai juga mengungkapkan hal yang sama. Menurutnya, baru sekitar sepekan belakangan ini bahu jalan ditutupi tanah liat oleh pihak kontraktor.
"Katanya sih sementara, nantinya atasnya mau ditaburi batu. Tapi gak tahu kapan," ungkapnya. Baca juga: Terima Bantuan 4000 Butir Telur untuk Laziz NU Lampung dari PT. Japfa Com...
Akibat belum dibangunnya bahu jalan, sebelumnya banyak warga yang mengeluh. Karena hanya untuk masuk rumah saja mereka kesusahan.
"Akhirnya kami (warga, red) berusaha sendiri membuat jalan masuk ke rumah seadanya. Dari pada tidak bisa masuk rumah sendiri," ujarnya.
Sementara itu, seperti informasi yang diperoleh di lingkungan Pemprov Lampung, proyek rigit beton tersebut merupakan bagian dari proyek tahun 2018 DPUPR Lampung senilai Rp60 miliar yang dikerjakan oleh PT Gemuntur Agung. Baca juga: Dishub Bandarlampung Lengkapi ATCS dengan Pengeras Suara
Proyek pembangunan jalan beton dan hot mix sepanjang 20 kilometer tersebut bersumber dari dana pinjaman PT Sarana Multi Infrastruktur persero (PT SMI).
Hasil pantauan di lapangan proyek seumur jagung tersebut memang banyak mengalami kerusakan. Hal tersebut terlihat dari banyak jalan berlubang dan tambal sulam yang berjumlah ratusan. (kie)
JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com