Bandarlampung, LE- Walikota Bandarlampung, Eva Dwiana, bergerak cepat meninjau sejumlah titik banjir yang merendam pemukiman warga, khususnya di kawasan Sukabumi dan Sukarame. Dalam inspeksi mendadak (sidak) tersebut, Eva menegaskan akan melakukan rekayasa teknis pada aliran sungai guna memecah derasnya arus air.
Eva Dwiana turun ke lokasi didampingi jajaran terkait, mulai dari Dinas Pekerjaan Umum (PU), Pemadam Kebakaran, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, Diskominfo, hingga Camat dan Lurah setempat.
Berdasarkan pantauan di lapangan, Jumat (9/1/2026) Walikota menyebutkan bahwa titik banjir kali ini berada di luar dugaan. Wilayah yang sebelumnya menjadi langganan banjir dinilai sudah aman, namun genangan air justru muncul cukup parah di beberapa titik kawasan Sukabumi. Baca juga: Pemkab Pesawaran Sembelih 23 Ekor Hewan Kurban
"Yang lain (titik langganan banjir) alhamdulillah aman. Nah, sekarang ini yang di luar dugaan kita, di Sukabumi, aliran air sungainya luar biasa deras," ujar Eva Dwiana di sela-sela tinjauan.
Sebagai solusi jangka panjang, Eva mengungkapkan rencana Pemerintah Kota (Pemkot) untuk melakukan rekayasa sungai, khususnya di Kali Way Campang.
"Nanti ada satu sungai yang akan kita rekayasa, kita kasih jembatan dan alirannya dipotong (dipecah) supaya air tidak langsung turun deras ke bawah. Itu di Kali Way Campang, nanti Dinas PU yang akan koordinasi teknisnya," jelasnya. Baca juga: Arinal Sidak Bapeda Lampung
Terkait penanganan sungai, Eva mengakui adanya batasan kewenangan antara Pemkot dan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN). Ia menekankan pentingnya koordinasi karena Pemkot tidak bisa sembarangan melakukan pengerjaan fisik pada aset yang menjadi kewenangan pusat, meskipun dampaknya dirasakan langsung oleh warga kota.
"Kalau kewenangan Balai, kita tidak bisa sembarangan, kita harus panggil dan koordinasi solusinya. Tapi kalau warga sudah kebanjiran begini, kita berupaya bantu semampu kita. Alat berat dari PU sudah turun langsung dikerjakan," tegas Bunda Eva, sapaan akrabnya.
Selain faktor alam dan teknis—termasuk ditemukannya satu pintu air yang tidak berfungsi—Eva juga menyoroti perilaku masyarakat dan pelaku usaha di bantaran sungai. Baca juga: Gerakan SIGER Riana Sari Arinal, #dirumahaja Tapi Tetap Berbagi
"Saya minta tolong kerjasamanya. Tadi ada pengusaha kusen, kalau ada sampah jangan dibuang ke sungai. Kita harus kolaborasi, kalau masyarakat menjaga dan pemerintah merapikan, Insyaallah banjir bisa diatasi," pungkasnya.
Pemkot menargetkan pengerjaan dan normalisasi ini dapat segera diselesaikan mengingat puncak musim hujan diperkirakan masih akan berlangsung hingga Februari mendatang. (red)
JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com