BANDARLAMPUNG, LE - Pemkot Bandarlampung mengambil langkah mitigasi cepat dan terpadu untuk merespons fenomena hujan abu vulkanik dampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) yang menyelimuti wilayah tersebut sejak Sabtu sore.
Instruksi langsung dikeluarkan oleh Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana agar seluruh jajaran terkait segera turun ke lapangan guna melindungi kesehatan warga dan memastikan pelayanan publik tetap berjalan aman.
Langkah taktis pertama yang diinstruksikan Wali Kota adalah pengerahan tim Satuan Tugas (Satgas) untuk membersihkan debu vulkanik yang menumpuk di fasilitas umum dan ruas jalan. Eva Dwiana menegaskan bahwa pembersihan dan penyemprotan jalan menggunakan air dilakukan secara berkala setiap tiga jam sekali. Baca juga: Mau Kambing Gratis, Ikuti Nobar Piala Dunia PWI Tubabar
Penyemprotan ini tidak hanya menyasar jalan-jalan utama protokol, tetapi juga masuk hingga ke jalan lingkungan agar debu vulkanik tidak berterbangan dan mengganggu aktivitas serta pernapasan masyarakat.
Hal ini, menurut Eva, merupakan bentuk kesiapsiagaan nyata dari pemerintah daerah dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada warga di tengah dampak erupsi.
Sejalan dengan upaya pembersihan lingkungan, sektor kesehatan juga langsung mengambil tindakan proaktif. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung, Muhtadi A Temenggung, Minggu (6/9/2026), menginstruksikan 32 puskesmas, puskesmas pembantu (pustu), dan pos kesehatan kelurahan (poskeskel) untuk turun langsung ke masyarakat. Baca juga: Kobar Beberkan Dugaan Penyelewengan Anggaran di Biro Umum Pemprov
Berkolaborasi dengan camat dan lurah setempat, para tenaga kesehatan ini bertugas memberikan edukasi kesehatan, mendata warga yang membutuhkan pengobatan, sekaligus membagikan masker secara gratis.
Terkait ketersediaan masker, Muhtadi mengakui bahwa stok awal yang dibagikan berjumlah 500 paket. Namun, Dinas Kesehatan telah melakukan pemesanan tambahan dalam skala besar yang mulai didistribusikan secara luas pada hari Senin (7/9/2026).
Selain menyasar masyarakat umum, pembagian masker ini juga diprioritaskan bagi pegawai Pemkot Bandarlampung yang bekerja di lapangan dan rentan terpapar, seperti petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta pemadam kebakaran. Baca juga: Masuk Tahap Pembangunan Retaining Wall, Desember Underpass Unila Rampung
Untuk meminimalisasi risiko kesehatan, Dinas Kesehatan mengeluarkan panduan khusus bagi warga selama hujan abu masih berlangsung. Muhtadi mengimbau masyarakat untuk tidak keluar rumah apabila tidak ada keperluan mendesak.
Bagi warga yang terpaksa beraktivitas di luar, diwajibkan memakai masker dan kacamata pelindung, sementara para pengendara sepeda motor sangat dianjurkan mengenakan helm tertutup penuh atau full face.
Imbauan khusus juga diberikan kepada para ibu rumah tangga agar tidak membersihkan debu di rumah dengan sapu, karena hal itu justru akan membuat partikel debu vulkanik berterbangan di udara. Sebagai gantinya, warga disarankan membersihkan lantai dan perabotan menggunakan kain pel basah. Baca juga: Idul Adha, Golkar Bandarlampung Potong 15 Hewan Kurban
Upaya antisipasi juga diperluas hingga ke lingkungan sekolah oleh Dinas Pendidikan setempat. Menjelang dimulainya kembali aktivitas belajar mengajar, seluruh siswa diwajibkan menggunakan masker saat berangkat dan berada di sekolah. Pihak manajemen sekolah juga telah diinstruksikan untuk memastikan seluruh area belajar mengajar sudah dibersihkan dari paparan debu vulkanik sebelum para siswa tiba.
Saat ini, Pemkot Bandarlampung terus memperkuat koordinasi antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memantau perkembangan situasi di lapangan. Masyarakat diminta untuk tetap tenang, tidak panik, serta selalu mengikuti arahan dan informasi resmi dari pemerintah terkait perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. (red)
JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com