Bandarlampung, LE - Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandarlampung mencatat sebanyak 157 kasus kebakaran terjadi sepanjang Januari hingga Oktober 2025. Mayoritas insiden menimpa rumah warga dengan penyebab utama korsleting listrik.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran, Irman Saputra, mengatakan bulan Juni tercatat sebagai periode dengan kebakaran tertinggi, yakni mencapai 21 kasus. Baca juga: KONI Lamsel Pastikan Program Jalan Terus
“Kasus kebakaran paling banyak terjadi di bulan Juni, ada 21 kejadian. Paling banyak menimpa bangunan rumah warga dan umumnya disebabkan oleh korsleting listrik,” ujarnya, Minggu (16/11).
Meski jumlah kebakaran cukup tinggi, hanya satu korban jiwa tercatat sepanjang tahun ini. Korban tersebut merupakan seorang pria berusia 21 tahun yang tewas dalam kebakaran rumahnya pada pekan lalu. “Itu satu-satunya korban jiwa yang kami temukan sejauh ini sepanjang tahun ini,” tambah Irman.
Selama sepuluh bulan terakhir, kerugian material ditaksir mencapai Rp4,2 miliar. Namun angka tersebut justru menunjukkan penurunan signifikan dibanding tahun sebelumnya. Baca juga: Pergub Perlindungan Guru Harus Berimbang dengan UU Perlindungan Anak
“Ada penurunan signifikan dibanding tahun lalu. Ini menunjukkan masyarakat mulai sadar dan lebih waspada terhadap potensi bahaya kebakaran,” tutupnya.
Dinas Damkar Bandarlampung terus mengimbau warga untuk lebih berhati-hati dalam penggunaan peralatan listrik, terutama di permukiman padat penduduk yang rawan percikan api akibat instalasi listrik yang tak sesuai standar. (red)
JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com