Metro, LE - Setelah menuai protes, Pemkot Metro akhirnya mengganti terjemahan yang salah pada neon box asmaul husna, yang terdapat pada salah satu sudut taman kota.
Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Kota Metro, Ir Edwin Soni, melalui Kasi PJU Iwan Santoso mengatakan, setelah mendapatkan protes karena salah terjemahan, akhirnya kalimat asmaul husna pada salah satu neon box, sudah diperbaiki. Baca juga: Ketua Komisi V DPRD Lampung Tegaskan PPDB 2026 Harus Transparan dan Berke...
"Kalimat asmaul husna yang salah terjemahan sudah diperbaiki," kata Iwan Santoso, Rabu (31/10).
Menurut dia, karena pekerjaan tersebut belum dilakukan Provisional Handa Over (PHO) atau serah terima pertama pekerjaan, maka tanggung jawab pemeliharaan masih menjadi tanggung jawab rekanan.
"Pekerjaan tersebut belum dilakukan PHO, termasuk dana retensi (pemeliharaan, red) juga belum diurus, sehingga pemeliharaan masih tanggung jawab rekanan," ujarnya. Baca juga: DPRD Reza Berawi Dorong Perempuan Tani Jadi Garda Terdepan Pengamalan Pan...
Diketahui, salah satu neon box asmaul husna yang terletak di Taman Kota Metro, terdapat kesalahan terjemahan ke dalam Bahasa Indonesia. Pada neon box, tertulis Al Wahid, yang seharusnya berarti Maha Esa, tetapi tertulis Maha Unik.
Hal itu, menuai tanggapan dari sejumlah kalangan, salah satunya Sekretaris Komisi I DPRD Kota Metro, Nasriyanto Effendi. Ia meminta agar Pemkot setempat memperbaikinya, agar tidak menimbulkan polemik di masyarakat. (wie)
JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com