18 April 2026

TKW Asal Bandarlampung Diduga Berangkat Non-Prosedural, Disnaker Lakukan Penelusuran

Metropolis Senin, 03 November 2025    RIFKI MARFUZI

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Bandarlampung, M. Kabul.

Bandarlampung, LE - Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandarlampung menanggapi laporan hilangnya Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Bandarlampung, Nova Marnalia, di Malaysia. Dari hasil pengecekan awal, Nova diduga berangkat melalui jalur non-prosedural.

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Bandarlampung, M. Kabul, mengatakan nama Nova tidak tercatat dalam sistem Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) Kota Bandarlampung, baik melalui pendaftaran mandiri maupun lewat agensi resmi.

“Nama yang bersangkutan tidak terdaftar dalam data CPMI Kota Bandarlampung,” ujar Kabul, Senin (3/11).

Baca juga: International Surfing Championship Krui Pro 2019, Gengsi Lampung Dimata D...

Ia menjelaskan bahwa urusan perlindungan pekerja migran kini dalam proses transisi menuju Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KPMI). Meski belum berjalan penuh, Disnaker terus mengingatkan warga untuk mengikuti jalur pemberangkatan yang benar.

“Masih ada pola pikir seperti jargon ‘kabur dulu aja’. Itu yang merusak sistem. Kadang data dimanipulasi. Kasus Nova ini hanya yang terdeteksi,” katanya.

Kabul menyebut keberangkatan ilegal umumnya dilakukan lewat jalur laut menggunakan kapal biasa atau melalui perantara Tenaga Penghubung Pekerja (TPP). Ia menegaskan hingga kini Bandar Lampung belum mengalami insiden besar terkait migran.

Baca juga: Dinas PUPR Tanggamus Studi Banding ke Mesuji

“Zero accident sejauh ini. Tapi kami tetap waspada agar kasus seperti yang pernah terjadi di Kamboja tidak terulang,” ucapnya.

Jika benar Nova hilang di Malaysia, maka ini menjadi kasus pertama pada 2025. Namun, Disnaker belum menerima laporan resmi. Kabul menilai kemungkinan kasus sudah terjadi sejak 2024, namun baru mencuat sekarang.

Ia juga membuka kemungkinan bahwa Nova adalah warga Bandar Lampung yang mendaftar melalui agensi di daerah lain, sehingga datanya tidak tercatat lokal.

Baca juga: Lampung Target Lumbung Suara Prabowo-Sandi

“Bisa jadi pakai jalur gelap. Atau mendaftar lewat agensi di Jakarta atau Surabaya. Data seperti itu tidak bisa kami akses,” jelasnya.

Berdasarkan data Disnaker, sekitar 1.200 pekerja migran berangkat secara resmi dan terverifikasi sejak 2024 hingga November 2025. (red)

               
Komentar Anda

PT GMI / PT GJM

JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com