Bandarlampung, LE - Puluhan massa yang tergabung dalam Komite Tolak Penggusuran Pasar Griya (KTP-PG) menggelar aksi unjuk rasa di halaman kantor Pemkot Bandarlampung, Senin (23/7/2018).
Aksi ini merupakan lanjutan dari penggusuran Pasar Griya Sukarame yang sempat diwarnai insiden pemukulan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandarlampung.
Dalam aksi ini, perwakilan warga Pasar Griya, Mu'ad menolak dan mengecam keras tindakan represif yang dilakukan kepada warga di 'Kampung Pemulung'. Baca juga: Winarni Beri Bantuan Kepada Warga Kalianda Yang Alami Lumpuh
"Kami disini bukan ingin merebut tanah pemkot, tapi kami hanya ingin mendapatkan hak hidup yang layak. Dan yang kami tahu, lahan yang katanya akan dibangun menjadi Kantor Kejari, diperuntukkan sebagai pasar bukannya malah dijadikan perkantoran,” teriak Mu'ad dalam orasinya.
Sementara itu, Ketua Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Lampung, Kristina Tia Ayu, menyampaikan bahwa warga kerap kali diintimidasi dan diancam oleh oknum preman agar segera meninggalkan lokasi.
Kemudian, perwakilan anggota Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Pupung, meminta pemkot untuk turun menemui massa aksi. Pasalnya, setelah 2 jam melakukan unjuk rasa, belum ada satupun pihak Pemkot yang menemui massa aksi. Baca juga: Rektor Universitas Lampung Positif Covid-19
"Kami minta jajaran pemerintah menemui kami di sini. Tolong dengarkan aspirasi kami, suara rakyat suara Tuhan. Jangan hanya berani melakukan kekerasan dengan jumlah yang besar. Kami tak ingin pemimpin kami anti kritik," katanya.
Masa aksi pada kesempatan itu sempat menggelar unjuk rasa tepat di pintu masuk gedung pelayanan perizinan satu atap Pemkot Bandaralmpung. (rif)
JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com