17 April 2026

PSSI Lampung Dukung Usut Mafia Skor

Olahraga Kamis, 22 November 2018    adminLE

Ketua PSSI Lampung Eddy Syamsu

LE-sport – PSSI Lampung mendukung penuh upaya PSSI Pusat untuk melakukan pengusutan dan pemberantasan mafia skor yang ditengarai terjadi di Liga 1 dan liga-liga resmi PSSI. Ketua Umum Asprov PSSI Lampung Eddy Syamsu menyebutkan, "Sudah saatnya sepakbola Indonesia bersih dari mafia skor," ujarnya di sela Seleksi pra-PON Lampung yang dilakukan di Stadion Wayhalim, Rabu (21/11/2018) sore.

Dalam keterangan pers yang diterima redaksi, Sekjend PSSI Pusat, Ratu Tisha, mengajak seluruh stakeholder sepakbola bekerja sama memerangi match-fixing.
Liga 1 dan Liga 2 2018 sudah memasuki fase akhir kompetisi. Liga 1 telah menyelesaikan pekan ke-31, sementara Liga 2 dalam pekan terakhir babak delapan besar.

Baca juga: Tunggakan PKB Rp1,2 Triliun, Bapenda Lampung Sosialisasi Pendataan dan Ve...

Di saat krusial seperti ini, ada beberapa pertandingan yang diduga mengarah ke pengaturan skor (match-fixing). Hanya saja, hal tersebut masih bersifat dugaan dan belum didukung dengan bukti-bukti yang kuat.

PSSI selaku organisasi sepakbola tertinggi di Indonesia pun seakan menjadi sasaran yang diminta untuk segera mengusut beberapa pertandingan, yang diduga sudah dijangkiti match-fixing tersebut.

"Kita memang belum bisa menyebut pertandingan-pertandingan mana yang terindikasi kuat melibatkan mafia skor, tetapi rasanya publik di era sosial media sekarang sudah bisa melihat dan bukti-buktinya juga banyak diviralkan," sergah Eddy Syamsu.

Baca juga: Majelis Hakim Tolak Gugatan Alzier

PSSI sebetulnya sangat proaktif untuk memerangi match-fixing. "Salah satunya adalah bekerja sama dengan Genius Sport untuk mendapatkan laporan khusus mengenai pertandingan yang diduga tidak wajar. Hal ini dilaporkan secara live dan ada beberapa pertandingan yang memang menjadi catatan, dan saat ini memasuki tahap investigasi lanjutan. Jalur formal lainnya adalah laporan yang masuk kepada Komite Disiplin PSSI," ungkap Ratu Tisha.

Dikutip dari Goal Indonesia, wanita lulusan FIFA Master ini juga menuturkan pihaknya selalu melakukan evaluasi terkait kinerja wasit. Performa wasit di Liga 1 dan Liga 2 memang kerap menjadi sorotan.

Tisha memaparkan, penilaian terhadap performa wasit melewati tiga tahap. Tahap pertama adalah penilai wasit (referee assessor) PSSI pada saat bertugas. Kemudian tahap selanjutnya dievaluasi kembali oleh direktur teknik wasit PSSI, Toshiyuki Nagi, dan Komite Wasit setiap satu pekan sekali. Untuk tahap akhir adalah penilaian oleh referee assessor JFA (Asosiasi Sepakbola Jepang) di Jepang. 

Baca juga: Curah Hujan Tinggi, Komisi V DPRD Lampung Minta Daerah Siaga Bencana

"Laporan tersebut akan dikompilasi per tiga bulan untuk menilai kualitas wasit tersebut (fisik & teknis). Seperti halnya kendala di kepelatihan, jumlah referee assessor PSSI pun masih terbatas, maka dari itu PSSI bekerja sama dengan JFA untuk menanggulangi ini," jelasnya. 

"Ada 11 wasit di Liga 1 yang diistirahatkan dan dievaluasi untuk musim depan dan saat ini di Liga 2, Liga 3, memasuki tahap akhir evaluasi. Akhir Desember 2018, akan diputuskan ranking para wasit. Tidak hanya soal teknis, apabila ada wasit yang terbukti melanggar prinsip fairplay dan sportivitas, PSSI tidak akan segan-segan memberhentikan untuk selamanya." tegas salah satu pendiri Labbola tersebut.

Lebih lanjut, wanita lulusan Institut Teknologi Bandung ini mengatakan, untuk memerangi pengaturan skor maupun suap di sepakbola, PSSI tidak bisa bekerja sendirian. Maka itu, dia pun mengajak seluruh stakeholder sepakbola Indonesia ikut bekerja sama memerangi hal itu.

Baca juga: Haram Buat yang Mampu! Pemkot Bandarlampung Siapkan 15 Ribu Kuota Beasisw...

"PSSI saat ini bersama dengan AFC sedang menyusun strategi untuk memerangi match-fixing secara keseluruhan. AFC memiliki hotline laporan terkait integritas yang mana ini akan diadopsi PSSI. Setiap laporan dari Genius sport yang masuk, PSSI konsultasikan dengan AFC untuk investigasi lanjutan," tuturnya. 

"PSSI berharap bahwa setiap stakeholder sepakbola Indonesia. Mulai dari anggota PSSI, klub, Asprov, hingga elemen-elemen lain yaitu suporter, media, pemerhati, dan juga pihak berwajib dapat bekerja sama untuk memerangi hal ini dan melaporkan kepada PSSI. PSSI akan proaktif untuk mencari bukti serta mengusut tuntas hal-hal ini," pungkasnya. (LE-1/rls)

               
Komentar Anda

PT GMI / PT GJM

JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com