BANDAR LAMPUNG, LE - Perilaku "kucing-kucingan" oknum warga yang nekat membuang sampah ke sungai membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung mengambil langkah tegas. Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, berencana memperluas pemasangan Closed Circuit Television (CCTV) di sejumlah sungai, khususnya di titik-titik padat penduduk yang rawan menjadi lokasi pembuangan sampah sembarangan.
Langkah ini menjadi respons darurat menyusul temuan miris di aliran Sungai Way Awi, Kelurahan Sukajawa Baru, Kecamatan Tanjungkarang Barat. Belum genap dua hari usai dibersihkan secara total oleh aparat gabungan, Rabu (5/8/2026), aliran sungai tersebut kembali disesaki tumpukan karung berisi sampah pada Jumat (7/8/2026) pagi. Baca juga: Arinal Pastikan RSUDAM Siap Hadapi Penanganan Virus Corona
"Ini sudah ada beberapa titik yang sudah kita baca dan kita pasang (CCTV) di kali-kali. Harapan Bunda, nanti CCTV itu juga ada di semua sungai di Bandar Lampung, terutama di kawasan yang padat (penduduk)," ungkap Bunda Eva - sapaan akrab Wali Kota, Sabtu (8/8/2026).
Memanfaatkan Waktu Subuh
Kondisi berulangnya penumpukan sampah di Way Awi sangat disayangkan oleh pihak kecamatan. Pelaksana Tugas (Plt.) Camat Tanjungkarang Barat, Carl Arlyn Akbar, membenarkan bahwa timnya menemukan karung-karung sampah baru saat patroli subuh. Baca juga: Mewakili Pj Bupati Tubaba, Surya Jaya Ukir Kebersamaan PSHT
Berdasarkan analisis petugas di lapangan, oknum warga yang tidak bertanggung jawab tersebut disinyalir beraksi dengan memanfaatkan waktu sepi saat warga lain tertidur lelap, yakni antara pukul 03.00 hingga 04.00 WIB. Sampah-sampah tersebut diduga kuat dilempar langsung dari atas jembatan.
Guna memutus siklus ini, Carl menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya menerjunkan kembali tim pembersihan, tetapi juga menyiagakan petugas pengawas secara bergantian guna memburu pelaku pembuangan sampah tersebut.
Ancaman Banjir Baca juga: Balita Tenggelam di Kolam Hotel, Dugaan Kelalaian Manajemen Menguat
Kebiasaan buruk membuang sampah di sungai bukanlah sekadar masalah estetika, melainkan ancaman keselamatan. Sungai Way Awi memiliki riwayat luapan air yang sangat cepat. Hujan deras dengan durasi lebih dari dua jam kerap membuat debit air sungai meluap hingga merendam permukiman dan jalan raya di sekitar RSUD Abdul Moeloek.
Ancaman ini bukan isapan jempol belaka. Pada Sabtu (18/4/2026) lalu, derasnya arus sungai akibat intensitas hujan tinggi sempat menghancurkan 40 meter talud penahan air di Kelurahan Jagabaya I dan II. Saat ini, Pemkot Bandar Lampung masih terus mempercepat perbaikan infrastruktur tersebut.
Menyadari potensi bencana yang mengintai, Wali Kota Eva Dwiana mengimbau agar masyarakat sadar akan perannya dalam menjaga lingkungan. Pembangunan infrastruktur dan pemasangan CCTV tidak akan maksimal tanpa adanya perubahan perilaku dari warga itu sendiri. Baca juga: DPRD Bandarlampung Segera Panggil RSBW
"Bunda berharap, yang bisa menjaga daerah kita adalah kita. Yang bisa menjaga supaya tidak ada bencana, ya, kita. Ayo bantu pemerintah, jangan buang sampah di kali. Jangan gara-gara kita lupa, akhirnya nanti dampaknya ke kita semua," pungkas Eva. (red)
JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com