BANDAR LAMPUNG, LE - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) resmi memulai pengerjaan rekonstruksi Jalan Pangeran Tirtayasa menggunakan metode konstruksi beton (rigid pavement). Proyek bernilai Rp35,9 miliar ini ditargetkan rampung pada akhir tahun 2026.
Pengawas Dinas PU Kota Bandar Lampung, Beni, menyampaikan bahwa penanganan ruas jalan yang kerap dikeluhkan rusak ini dirancang agar tahan lama dan mencegah kerusakan berulang. Baca juga: DJ Rutin Gelar Event Nasional 27 Organisasi
"Rencana penanganan ruas jalan ini panjangnya kurang lebih 5 kilometer dengan lebar 7,30 meter," ujar Beni di lokasi proyek, Rabu (19/8/2026).
Guna memastikan ketahanan struktur, konstruksi dibuat berlapis dengan total ketebalan mencapai 50 sentimeter (cm). Rinciannya meliputi fondasi agregat kelas B setebal 10 cm, lantai kerja (lean concrete) setebal 10 cm, serta lapisan utama beton rigid setebal 30 cm.
Hingga pertengahan Agustus 2026, pengerjaan di lapangan telah memasuki tahap pembuatan lantai kerja, termasuk pemasangan bekisting dan penuangan beton cair (ready mix). Baca juga: Disdikbud Bandarlampung Pastikan Siswa Tetap Bisa Masuk Sekolah Negeri
"Alat berat dan tenaga kerja sudah dikerahkan. Kami mengupayakan target selesai pada 31 Desember mendatang," kata Beni optimistis.
Proyek Jalan Tirtayasa merupakan bagian dari program prioritas infrastruktur Pemkot Bandar Lampung tahun 2026 yang mencakup 10 ruas jalan utama. Beberapa ruas jalan lain yang turut diperbaiki antara lain Jalan Ratu Dibalau, Jalan Wolter Monginsidi, Jalan Sultan Agung, Jalan Ahmad Yani, Jalan Diponegoro, Jalan RA Basyid, dan Jalan Hendro Suratmin.
Sorotan Warga dan Tanggapan Dinas PU Baca juga: Sinergi Polisi dan Pemkot di Bandar Lampung Tanam Jagung Wujudkan Ketahan...
Di tengah mulainya pengerjaan, pelaksanaan teknis di lapangan mendapat sorotan dari warga setempat. Salah seorang warga menilai proses pengecoran lantai kerja dilakukan tanpa melalui tahapan pengerukan aspal lama.
"Harusnya dikupas dulu aspalnya, dipasang agregat dan dipenetrasi, baru disiram beton untuk lantai kerja. Yang saya lihat, beton langsung disiram begitu saja," ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya. Ia mengkhawatirkan daya tahan jalan tidak maksimal jika tahapan teknis dilewati.
Menanggapi masukan masyarakat tersebut, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PU Bandar Lampung, Rayu R Wiranegara, menyampaikan apresiasinya atas pengawasan dari warga. Baca juga: Lamsel Expo 2023 Resmi Berakhir, Sukses Ribuan Pengunjung
"Terima kasih atas masukannya. Masalah ini akan segera kami tindak lanjuti dan evaluasi ke pihak pelaksana proyek," tegas Rayu singkat. (red)
JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com