Rabu, 07 Oktober 2026

Komisi V DPRD Lampung Sidak RSUDAM

Politik Selasa, 06 Oktober 2026    RIFKI MARFUZI

Bandarlampung, LE - Komisi V DPRD Provinsi Lampung meninjau Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM), Selasa, 6 Oktober 2026. Kunjungan itu untuk melihat langsung kualitas pelayanan sekaligus perkembangan pembenahan tata kelola rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.

Ketua Komisi V DPRD Lampung Yanuar Irawan bersama anggota komisi, di antaranya Deni Ribowo, Abdullah Surajaya, Puji Sartono, dan Ketut Romeo, meninjau sejumlah fasilitas pelayanan RSUDAM.

Baca juga: Gubernur Mirza Berharap Lampung Kondusif selama Ramadhan

Rombongan diterima Direktur Utama RSUDAM Imam Ghozali bersama jajaran manajemen, termasuk Wakil Direktur Pendidikan, Pengembangan SDM dan Hukum Elitha M. Utari serta Wakil Direktur Umum dan Keuangan Hery Sadeli.

Yanuar mengatakan DPRD akan terus merespons keluhan masyarakat mengenai pelayanan RSUDAM. 

Menurut dia, rumah sakit tersebut memiliki posisi penting karena menjadi salah satu tumpuan masyarakat Lampung, terutama warga yang membutuhkan layanan kesehatan dengan dukungan pemerintah.

Baca juga: HUT KORPRI ke-54, Eva Dwiana Ajak ASN Kompak dan Profesional

“RSUDAM ini milik kita bersama, sehingga kita semua bertanggung jawab atas pengelolaannya. RSUDAM adalah wajah pelayanan kesehatan Provinsi Lampung, terutama bagi masyarakat yang tidak mampu,” kata Yanuar di hadapan manajemen rumah sakit dan awak media.

Salah satu persoalan yang dibahas dalam kunjungan itu adalah pengelolaan sistem teknologi informasi dan kerja sama dengan pihak ketiga. 

Manajemen menjelaskan adanya perubahan pola pengelolaan sejumlah sistem untuk memastikan pelaporan kepada pemerintah pusat maupun kebutuhan internal rumah sakit tetap berjalan.

Baca juga: Wagub Chusnunia Launching Program Childern`s Day Campaign

Manajemen menyebut pengelolaan secara internal sebelumnya menghadapi kendala keterbatasan sumber daya manusia.

Karena itu, sebagian sistem kembali dikerjasamakan dengan pihak ketiga.

Dari sisi anggaran, skema kerja sama tersebut diklaim lebih efisien. 

Baca juga: Ditanya Soal Pembangunan konsep Pentahelix, Eva Jawab Ngasal

Alokasi untuk pihak ketiga yang sebelumnya sekitar 2,5 persen disebut turun menjadi sekitar 1,4 persen.

Selain itu, sejumlah aset teknologi, termasuk server dan perangkat pendukung, kini menjadi milik RSUDAM.

Komisi V juga melihat langsung sistem teknologi informasi yang digunakan rumah sakit. 

Baca juga: IOH Raih Penghargaan Tingkat Dunia Gold Stevie IBA 2023

Sistem tersebut memungkinkan pemantauan kinerja pegawai dan pejabat secara terpusat dan real-time.

Direktur Utama RSUDAM Imam Ghozali mengatakan transformasi digital tidak cukup hanya dengan membangun sistem teknologi. 

Menurut dia, pembenahan harus berjalan bersamaan dengan perubahan budaya kerja dan cara tenaga kesehatan memperlakukan pasien.

Baca juga: Bambang Suryadi Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya Daerah

Imam menyebut konsep tersebut sebagai modern order system yang diarahkan untuk membangun pelayanan humanis, berpusat pada pasien atau patient-centered care, serta aman dalam proses pelayanan.

Ia juga menjadikan nilai kearifan lokal Lampung, puakhi atau persaudaraan, sebagai salah satu fondasi budaya kerja di RSUDAM.

“Bayangkan kalau anak, istri, atau saudara kita sendiri yang masuk rumah sakit. Tentu kita ingin mereka mendapat pelayanan terbaik. Karena itu saya minta seluruh hospitalist, siapa pun pasien yang datang, anggap dan layani mereka sebagai saudara sendiri,” kata Imam.

Baca juga: Kejati Lampung Gelar Jalan Sehat HUT Adhyaksa ke-58

Pembenahan juga diarahkan pada sejumlah titik layanan yang selama ini berkaitan dengan waktu tunggu pasien. 

Di Instalasi Gawat Darurat (IGD), misalnya, manajemen menyiagakan penanggung jawab dan perwakilan manajemen untuk mempercepat pengambilan keputusan terkait kamar rawat inap maupun rujukan.

Penjadwalan konsultasi dokter dan tindakan medis juga dibuat lebih fleksibel dengan mempertimbangkan kondisi pasien. 

Baca juga: Kolam Tinja TPA Bocor, PD Kebersihan Tunggu Duit Pusat

Sementara layanan farmasi ditata ulang melalui digitalisasi untuk mengurangi penumpukan antrean.

RSUDAM juga menyiapkan penguatan kapasitas sebagai rumah sakit rujukan.

Manajemen memprioritaskan penguatan layanan medis dasar dan spesialis sebelum melakukan pengembangan fisik dalam skala lebih besar.

Baca juga: Walikota Eva Dwiana Resmikan Layanan Statistik Terpadu BPS Bandarlampung

Sejumlah pengembangan fasilitas ditargetkan beroperasi pada 2027, antara lain layanan onkologi terpadu dengan pembangunan bunker dan fasilitas radioterapi, serta pengembangan pain clinic atau klinik penanganan nyeri.

Untuk pembangunan dan pengadaan, manajemen menyatakan prosesnya dilakukan melalui mekanisme pengadaan barang dan jasa pemerintah guna menjaga transparansi dan akuntabilitas.

Setelah pemaparan, Komisi V bersama manajemen RSUDAM meninjau sejumlah ruang pelayanan dan fasilitas penunjang.

Baca juga: IIB Darmajaya Raih Peringkat Institut Swasta Terbaik Tanah Air

Peninjauan itu dilakukan untuk menginventarisasi kebutuhan sarana dan prasarana yang masih memerlukan dukungan anggaran pemerintah daerah.

Direktur IT SIM RSUDAM Sony mengatakan server rumah sakit kini telah terintegrasi dengan seluruh layanan. 

Sistem tersebut juga masih dapat dikembangkan sesuai kebutuhan.

Baca juga: Senam Kreasi Tabola Bale Satukan Ribuan Warga Bandarlampung

“Ini bisa di-upgrade. Untuk penyimpanan memorinya juga tidak akan hilang karena setelah 1×24 jam akan menyimpan sendiri,” kata Sony. (yla/*)

               
Komentar Anda

PT GMI / PT GJM

JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com