Bandarlampung, LE – Sejumlah wali murid SMPN 3 Kota Bandarlampung mengaku resah atas dugaan adanya kebijakan sekolah meminta dana sumbangan sukarela untuk pembelian unit komputer. Alasannya, komputer yang tersedia tidak mencukupi untuk persiapan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK).
“Dalam forum kami diminta memberikan sumbangan sukarela untuk pembelian komputer, karena komputer tidak mencukupi untuk persiapan ANBK,” ujar salah seorang wali murid kepada Forum Wartawan Kota (Forwako), Kamis (11/9/2025).
Ia menambahkan, imbauan tersebut bahkan disampaikan langsung oleh Kepala SMPN 3, Nasib Utomo, M.Pd. Menurut pengakuannya, sejumlah wali murid sudah ada yang menyetorkan sumbangan mulai dari Rp500 ribu hingga Rp1 juta lebih. Baca juga: Harga Pertamax CS Naik, Pertamina: Tak Perlu Sosialisasi
“Kalau orang tuanya PNS setahu saya membayar 1 juta lebih. Saya belum bayar, memang tidak ada duit,” katanya.
Menanggapi hal ini, Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdikbud Kota Bandarlampung, Mulyadi Syukri menegaskan sekolah dilarang keras meminta sumbangan dalam bentuk apa pun kepada wali murid.
“Apalagi ANBK semua sudah ditanggung dana BOS, tidak boleh itu,” tegas Mulyadi. Baca juga: Jabat Ketua KPK Tipikor Lampung, Mance Fokus Buru Pelaku Korupsi
Ia menjelaskan, ANBK yang telah menggantikan Ujian Nasional tidak hanya menilai siswa, melainkan juga guru, lingkungan sekolah, serta ekosistem pendidikan secara menyeluruh.
Mulyadi mengakui, ada sekolah yang belum memiliki fasilitas memadai. Namun menurutnya, solusi sudah tersedia. “Minimal sekolah memiliki 15 unit komputer atau laptop. Kalau tidak, bisa menumpang di sekolah lain yang fasilitasnya lebih lengkap,” ujarnya.
Kepala Sekolah Bantah Baca juga: Unila Gelar Bakti Sosial bagi Korban Banjir di Cimeng
Di sisi lain, Kepala SMPN 3 Bandarlampung, Nasib Utomo, M.Pd, membantah keras tudingan adanya pungutan. Ia menegaskan tidak pernah meminta, apalagi mengimbau wali murid untuk menyumbang komputer.
“Saya tidak pernah meminta atau sekadar mengimbau wali murid soal sumbangan komputer,” kata Nasib saat dikonfirmasi, Kamis (11/9).
Ia mengakui keterbatasan sarana memang menjadi kendala, terutama untuk pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA), bukan ANBK. Dari total sekitar 800 siswa, termasuk 288 siswa kelas VIII, sekolah hanya memiliki satu laboratorium dengan 30 unit komputer. Baca juga: Choky Andriano Luncurkan OTU Chat di Lampung
“Yang saya sampaikan hanya soal kebutuhan TKA, bahwa unit komputer tidak mencukupi. Tidak pernah saya minta wali murid untuk memberikan sumbangan,” jelasnya.
Nasib menduga terjadi miskomunikasi. Ia mengaku hanya mengimbau siswa yang memiliki laptop untuk membawanya dan berbagi dengan teman lain jika dibutuhkan. “Kalau saya mengimbau siswa membawa laptop masing-masing, itu betul,” tegasnya. (red)
JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com