Bandarlampung, LE – Kecurangan driver angkutan online di Bandarlampung disebabkan kebijakan aplikator yang tidak realistis, dan cenderung memberatkan mitra kerja.
Demikian diungkapkan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Organisasi Angkutan Sewa Khusus Indonesia (Oraski) Lampung, Asep Hermanto, Rabu (9/19/2018).
Diterangkan dia, ada tiga poin yang dianggap menjadi pemicu beberapa pemberitaan terhadap driver angkutan online yang melakukan kecurangan dalam menaikkan target poin. Baca juga: Walikota Eva Dwiana Kunjungi Gudang Logistik Pemilu KPU Kota Bandar Lampung
Pertama, pemberlakuan skema insentif yang tidak realistis. Antara insentif dan jumlah trip yang tidak seimbang dan tidak layak bagi driver.
Ke-dua, aplikator selama sulit diajak bermediasi dan bernegosiasi berkaitan trip dan insentif. Ke-tiga, belum adanya aturan yang jelas dari pemerintah mengenai transportasi berbasis aplikasi (IT) sehingga belum mampu menekan para aplikator.
Ditambahkan kepala bidang I DPD Oraski, Julian Fajri, keinginan para driver online yang diserap dan terakomodir yakni kembali ke skema awal aplikasi sehingga kecurangan dapat diminimalisir, serta lebih wajar. Baca juga: Desaku Maju Dorong Kemandirian Ekonomi, Ketahanan Pangan Desa
Terlebih Lampung saat ini tercatat memiliki 14 ribu akun driver. Namun tidak tercatat jelas apakah masih aktif atau tidak.
Sementara, pengusaha driver online, Yudi Effendi, mengatakan pada awalnya rekrutmen driver dihandle penuh oleh aplikator. Namun, ada kebijakan baru pemerintah yang kemudian menyerahkan ke divisi pihak kedua.
"Mengenai kebijakan insentif mulanya berupa subsidi, hal ini dilakukan guna mendompleng mitra driver untuk bergabung di aplikasi. Nah, dengan cara tersebut driver mendapatkan insentif yang lumayan, tetapi ini sifatnya promosi, yang lambat laun insentif ini akan di nol kan," tukasnya. Baca juga: UM Lampung MoU dan MoA bersama 3 Perguruan Tinggi
Menurutnya, driver online saat ini berada di posisi simalakama, ada yang sudah terlanjut terjebak kredit kendaraan, sementara setiap dilakukan mediasi, hasilnya selalu nihil.
Bahkan aplikator saat ini sudah melebarkan sayap ke negara lain, seperti Vietnam dan Hanoi. Hal ini diduga juga menjadi sumber pengalihan subsidi uang selama ini diharapkan driver online," tutupnya. (len)
JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com