Panaragan, LE - Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg di wilayah Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, sejak awal 2021 lalu. Ketua Komisi II DPRD setempat Sudirwan.S.Sos menduga ada unsur penggelapan, penimbunan dan penyaluran tidak tepat sasaran, hingga pengiriman ke luar Daerah.
Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi II DPRD saat dijumpai LENews.id di sela sela acara Musyawarah Cabang (Muscab) Apdesi Tubaba, di Rumah Makan Kulon Rowo Tiyuh (Desa) Pulung Kencana, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Kabupaten setempat pada (31/3/2021) sekitar Pukul 12.00 Wib.
Menurutnya, Jika memang terjadi pelanggaran pada penyaluran gas Elpiji 3 Kg tersebut yang mengakibatkan kelangkaan hingga mahalnya harga penjualan terhadap masyarakat tidak mampu, mereka akan kita tindak tegas. Baca juga: Rentan Roboh, Walikota Pangkas Pohon Kedondong di Bandarlampung
"Jika terbukti pihak Agen dan pangkalan melakukan pelanggaran, kita tidak akan sungkan-sungkan melaporkan mereka ke Polisi dan Kejaksaan untuk ditindak sesuai aturan yang berlaku." Kata Sudirwan.
Oleh karena itu, pihaknya menjadwalkan awal Ramadhan ini segera panggil pihak terkait, dan langsung sidak terutama ke Pangkalan Gas, minimal 2 wilayah Utara dan 2 wilayah selatan bersama Disperindag.
"Kita akan tanyakan bagaimana pasokan dan mekanisme, serta apa masalahnya agar dapat ditangani sampai akar-akarnya." Tegasnya Baca juga: Pj. Gubernur Samsudin Pimpin Upacara HUT ke-79 PGRI dan HGN 2024
Lanjut dia, pihaknya juga tekankan kepada mereka yang terlibat jangan menyusahkan masyarakat, karena kelangkaan dan melonjaknya harga jual gas Elpiji 3 Kg mengakibatkan masyarakat miskin menjerit.
"Ini patut diduga adanya penggelapan, penimbunan berlebih, Penyaluran tidak tepat sasaran, atau bisa juga pengiriman ke luar daerah, sehingga pasokan di pangkalan tak tercukupi untuk masyarakat yang memang benar-benar membutuhkan." Imbuhnya (Man).
JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com