Bandarlampung, LE – Walikota Bandarlampung, Herman HN mengimbau kepada warga untuk tidak panik sikapi rilis dari Dinas Kesehatan Lampung, terkait jumlah orang dengan pengawasan corona (ODP). Baca juga: Unggul Suara Lamsel Balam, Rycko Geser Lodewijk
Karena ODP bukan penderita corona, namun hanya data penduduk yang sedang diawasi karena baru pulang dari luar daerah yang terpapar Covid-19 tersebut, salah satunya Jamaah umroh.
"Jangan salah, data 542 ODP terebut bukan penderita corona, namun data jamaah umrah sebelum dinyatakan ditutup oleh pemerintah Arab Saudi," jelasnya, usai menggelar rapat koordinasi dengan organisasi perangkat daerah, Senin (16/3/2020).
Karenanya orang nomor satu di Bandarlampung tersebut meminta masyarakat tidak panik sikapi rilis Dinkes Lampung tersebut. Baca juga: Polsek simpang pematang melakukan sosialisasi bahayanya covid-19
Ia merasa perlu menjelaskan, karena rilis Dinkes Lampung atau pun berita yang dilansir sejumlah media tidak memberikan detail penjelasan apa yang dimaksud ODP.
"Ini harus dijelaskan ke warga, agar tidak panik. Karena data itu data dari Bandara yang baru pulang umrah. Kita nggak bisa pakai data itu, kalau kita gunakan data dari puskesmas, atau rumah sakit itu baru valid," tukasnya.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung telah memantau 4.822 orang sejak 27 Januari hingga 14 Maret 2020. Baca juga: Barikade Gusdur Lampung Gelar Pengajian Rutin
Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinkes Lampung, Minggu (15/3/2020), dari total 4.822 orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 2.999 dinyatakan sehat. Sedangkan sisanya, 1.823 masih terus dipantau.
Rinciannya: Kota Bandarlampung 542 orang, Lampung Timur 398, Lampung Tengah 174, Lampung Selatan 134, Tanggamus 114, Pesisir Barat 106 dan Pringsewu 96.
Kemudian, di Pesawaran ada 63 orang, Metro 48, Tulangbawang 38, Tulangbawang Barat 26, Mesuji 16, Waykanan 34, Lampung Utara 34. Baca juga: Pemkab Lamsel Pertahankan Opini WTP Empat Kali Berturut-turut
Sedangkan, pasien dalam pengawasan (PDP) di Lampung ada dua orang. Satu orang laki-laki (62) dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM), dan satu lagi di RSU A Yani Metro.
Sementara, Kepala Dinkes Lampung Reihana mengatakan dua PDP yang dirawat masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium yang dikirimkan ke Jakarta.
Meski demikian, dia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik dengan informasi-informasi terkait virus corona atau covid-19. Baca juga: Diduga Tolak Pasien Darurat, RSBW Langgar UU No: 36/2009 tentang Kesehatan!
"Saat ini kita mengimbau masyakat tidak panik. Kita semua berdoa semoga tidak ada pasien hasil konfirmasi positif corona di Lampung," ujar Reihana. (rif)
JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com