Bandarlampung, LE - Fenomena banjir rob kembali melanda wilayah pesisir Kota Bandarlampung, Kamis malam (6/11). Sedikitnya empat kecamatan terdampak, yakni Panjang, Bumiwaras, Telukbetung Selatan, dan Telukbetung Timur.
Ketinggian air laut yang naik akibat pasang maksimum mencapai 10 hingga 50 sentimeter, menggenangi sejumlah ruas jalan, pasar, dan permukiman warga di wilayah pesisir.
Menurut laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Lampung, fenomena ini dipicu oleh fase bulan baru yang menyebabkan air laut mencapai puncak pasang di perairan Teluk Lampung. Kondisi serupa diperkirakan berlangsung hingga 10 November, dan berpotensi terulang kembali di akhir bulan. Baca juga: Anggota DPRD Munir Turun Gunung
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandarlampung, Idham Basyar, mengatakan pihaknya telah menyiagakan personel di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan.
“Kami menempatkan petugas di kawasan berisiko tinggi untuk melakukan evakuasi cepat jika air kembali naik,” ujar Idham, Jumat (7/11).
Berdasarkan data BPBD, air pasang masuk ke permukiman warga di Telukbetung Timur dan Telukbetung Selatan. “Di Telukbetung Timur ada sekitar lima rumah yang kemasukan air, sementara di Telukbetung Selatan tercatat sekitar 180 rumah terdampak,” katanya.
Baca juga: Pemkot Bandar Lampung Hibahkan Graha Tapis untuk Kapolda Lampung
Selain merendam rumah, air laut yang meluap juga membawa pasir dan lumpur, menyebabkan kerusakan ringan pada sejumlah bangunan. BPBD bersama TNI, Polri, dan OPD terkait kini terus bersiaga atas instruksi Wali Kota Eva Dwiana, guna memastikan penanganan cepat dan terkoordinasi di lapangan.
“Ibu Walikota meminta agar seluruh jajaran tetap tanggap dan memperkuat koordinasi lintas sektor,” tambah Idham.
Untuk periode pasang maksimum ini, BPBD menurunkan 25 personel setiap hari guna melakukan patroli rutin dan pemantauan di kawasan berisiko. Sementara itu, BMKG mengimbau masyarakat pesisir untuk tetap waspada, terutama pada malam hari dan menjelang subuh, saat air laut mencapai puncak pasang. Baca juga: Bantu Anak Korban Tsunami, Nanang Bagikan Alat Sekolah
“Barang-barang berharga sebaiknya ditempatkan di area yang lebih tinggi agar aman dari genangan,” imbau Idham.
BMKG juga mengingatkan warga agar tidak beraktivitas terlalu dekat dengan garis pantai, terutama antara pukul 19.00 hingga 21.00 WIB, ketika air laut diperkirakan mencapai titik tertinggi. (red)
JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com