9 Juni 2026

Waspada! Cuaca Ekstrem Bandarlampung Hingga April 2026, Ini 4 Wilayah Paling Rawan

Metropolis Kamis, 08 Januari 2026    RIFKI MARFUZI

Bandarlampung, LE - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandarlampung mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang melanda wilayah kota di awal tahun 2026. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi ini diprediksi akan berlangsung cukup panjang hingga April mendatang.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Bandarlampung, Idham Basyar menjelaskan bahwa intensitas hujan sedang hingga lebat, yang disertai petir dan angin kencang, masih akan menjadi ancaman utama selama periode Februari, Maret, hingga April.

"Situasi cuaca ekstrem seperti ini berdasarkan data BMKG informasinya lebih kurang sampai bulan Februari, Maret, dan April. Intensitasnya (hujan) sedang sampai lebat, diikuti petir dan angin kencang," ujar Idham ditemui di ruang kerjanya, Rabu (7/1/2026). 

Baca juga: Nanang Minta Semua Institusi Kesehatan dan Pelaku Usaha Siaga Hadapi Corona

Wilayah Rawan dan Dampak Bencana

BPBD mencatat sejumlah kejadian bencana telah terjadi sejak awal tahun, mulai dari banjir atau genangan air, pohon tumbang, hingga tanah longsor.

Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah yang dipetakan sebagai zona rawan bencana (mitigasi). Adapun titik-titik yang menjadi sorotan khusus terkait potensi banjir dan genangan air antara lain, Way Halim, Tanjung Senang, Rajabasa (beberapa titik) dan Kedamaian.

Baca juga: Ketua DPRD Lamsel Tandatangani Pakta Integritas WBK dan WBBM

Imbauan Walikota dan Kesiapan Personel

Menghadapi potensi risiko ini, BPBD meneruskan imbauan Walikota Bandarlampung agar masyarakat aktif menjaga kebersihan lingkungan. Warga diminta bergotong royong membersihkan sampah dan memastikan aliran drainase tidak tersumbat guna meminimalisir risiko banjir.

Selain itu, terdapat peringatan keras terkait keselamatan saat hujan deras disertai angin kencang.

Baca juga: Dosen Kehutanan Unila Penyuluhan Pemanfaatan limbah Pala

"Bila berada di luar rumah, jangan berteduh di dekat pohon atau papan reklame. Jangan berteduh di situ karena bisa menimbulkan risiko (tertimpa)," tegasnya.

Untuk penanganan darurat, BPBD Bandarlampung menyiagakan personel selama 24 jam penuh setiap harinya. Sebanyak 25 hingga 30 personel disiapkan dalam posisi standby, didukung oleh tim gabungan dari Damkar, Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PU, dan Dinas Perhubungan untuk koordinasi cepat bila bencana terjadi. (red)

               
Komentar Anda

PT GMI / PT GJM

JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com