Senin, 02 November 2026

Pemprov Lampung Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Dorong Sukses SE 2026

Daerah Kamis, 23 Juli 2026    RIFKI MARFUZI

BANDARLAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung menggelar Evaluasi Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sekaligus Pengukuhan Penggerak Partisipasi Sensus Ekonomi 2026 (PPSE26) Provinsi Lampung di Hotel Golden Tulip Bandar Lampung., Kamis (23/07/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi lintas sektor serta membangun tingkat kepercayaan publik (public trust) dan partisipasi aktif masyarakat serta pelaku usaha terhadap validitas pendataan statistik ekonomi di Provinsi Lampung.

Baca juga: Jadi Saksi Kasus Tipu Gelap Proyek, Nanang : Ada Skenario Jatuhkan Nama B...

Gubernur Lampung dalam sambutan tertulis yang disampaikan oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) Provinsi Lampung, Ganjar Jationo menegaskan bahwa keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan metodologi BPS, melainkan oleh legitimasi dan kepercayaan masyarakat.

“Sensus Ekonomi ini memiliki tantangan sekaligus peluang. Tantangan terbesarnya adalah membangun kepercayaan publik di tengah kekhawatiran para pelaku usaha. Kehadiran para tokoh agama, akademisi, pimpinan organisasi, hingga kelompok referensi di desa seperti Ikatan Bidan Indonesia (IBI) sangat strategis untuk mengedukasi dan meyakinkan masyarakat bahwa data sensus dijamin kerahasiaannya dan diperuntukkan bagi kemajuan pembangunan,” ujar Gubernur.

Baca Juga:  Komisi X Minta 2Tahun Prabowo-Gibran Evaluasi Anggaran MBG

Baca juga: PC Fatayat Lamtim dan Kemnaker RI Gelar Pelatihan Menjahit

Gubernur menegaskan bahwa di tengah dinamika ekonomi digital, seperti maraknya e-commerce dan UMKM berbasis teknologi, potret data yang utuh dan presisi sangat dibutuhkan. Data yang akurat menjadi determinasi kunci (key determination) agar intervensi kebijakan yang dirancang pemerintah pusat maupun daerah tepat sasaran serta mampu melindungi pelaku usaha lokal.

Gubernur menggarisbawahi bahwa sensus ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan instrumen vital untuk merancang masa depan ekonomi Lampung agar lebih inklusif dan berdaya saing.

Dalam kegiatan tersebut dilakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara BPS Provinsi Lampung dan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Lampung yang diwakili oleh H. Darussalam, S.H., M.H., sebagai wujud komitmen gotong royong mengawal keberhasilan sensus.

Baca juga: Tok, JMSI - Bawaslu Lampung MOU Pemilu 2024

Baca Juga:  Gubernur Lampung Lantik M. Galang Putra Rahman sebagai Wakil Bupati Way Kanan

Selanjutnya, berdasarkan Petikan Keputusan Kepala BPS Provinsi Lampung Nomor 175 Tahun 2026 tanggal 20 Juli 2026, sebanyak 18 tokoh dan perwakilan lembaga secara resmi dikukuhkan sebagai Penggerak Partisipasi Sensus Ekonomi 2026 Provinsi Lampung.

Kepala BPS Provinsi Lampung, Riswan Prasetyo, mengungkapkan bahwa tantangan utama petugas di lapangan saat ini bukan pada penemuan unit usaha, melainkan membentengi kepercayaan masyarakat agar bersedia memberikan informasi secara akurat dan apa adanya.

Baca juga: Wagub Bachtiar Basri Lepas Kajati Lampung Masuki Purnatugas

“Kepercayaan sering kali tumbuh dari figur yang dipercaya masyarakat. Ketika tokoh agama, akademisi, dan pimpinan komunitas mengajak jemaah serta anggotanya, pintu kepercayaan akan terbuka lebar. Kami tidak meminta Bapak/Ibu menjadi petugas sensus, tetapi menjadi penyambung harapan dan penggerak kepercayaan publik,” ucap Riswan.[]

               
Komentar Anda

PT GMI / PT GJM

JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com