16 April 2026

Jelang Wukuf, Jemaah Lamsel Nyaris Pingsan Kelaparan

Metropolis Jumat, 17 Agustus 2018    adminLE

Mekkah, LE - Menjelang wukuf, sedikitnya 84 jemaah calon haji (JCH) asal Lampung Selatan harus mengalami cobaan berat kelaparan karena koordinasi penyediaan makanan berjalan buruk. Beberapa jemaah bahkan nyaris pingsan karena jadwal makan yang berantakan.

Sebanyak 84 JCH Lamsel yang tergabung dalam kloter 32 Jakarta akhirnya menuntut pengembalian uang makan kepada pengurus yang menghimpun dana mereka tersebut karena mereka menggap pihak pengelola tidak dapat meriyalisasikan pemberian makan sesuai dengan kesepakatan awal.

Kepada LE, salah seorang jemaah Amri Shohar SH yang menghubungi redaksi via whatsapp Jumat (17/8) sekira pukul 04.00 WIB menyatakan insiden makan tersebut terjadi pasca pengumuman melalui pengurus kloter masing-masing bahwa pada saat tiga hari sebelum dan dua hari setelah wukuf, pemerintah tidak lagi menanggung makan jemaah.

Baca juga: Walikota Eva Dwiana Buka Pelatihan Pertolongan Bagi Potensi Bencana

Merespon pengumuman itu, perwakilan TPIH Provinsi Lampung bernama Lukman Hakim menggoordinasikan jemaah supaya jadwal makan dikelola oleh pengurus dengan mengeluarkan biaya 11 riyal untuk sekali makan. Terhitung 10 kali makan selama lima hari maka per jemaah membayar melalui TPIH Lukman Hakim sebesar 110 riyal.

Selama berjalan pihaknya para jaamah yang dananya dihimpun mendapat kendala yakni pada saat akan sarapan pagi malah makanan dikirim oleh pengelola jam dua siang waktu setempat. Kemudian terulang lagi dimana makan malam disiapakan oleh pihak pengelola bukannya jam tujuh malam malahan pengelola menyediakan makannya nyaris tengah malam waktu setempat.

Berkenaan dengan itu beberapa jemaah yang dananya dihimpun oleh pengelola tersebut banyak yang kelaparan dan nyaris pingsan. "Lucunya malah pengurus kloter selalu bilang sabar bila jemaah mempertanyakan ketersediaan nasi itu. Jelasnya kami minta uang kami dikembalikan agar hal ini tidak menimbulkan fitnah, ini surat elektronik saya yang saya kirimkan ke kloter Ketua JKG 32," terang Amri.

Baca juga: Parosil Buka Kemah Kebangsaan Pramuka

"Yth Bp Ketua Kloter JKG 32. Dengan tidak mengurangi rasa hormat untuk dan atas nama Rombongan 5 dan beberapa orang yang telah menyerahkan uang makan pada pengelola, maka dengan ini kami menyatakan menuntut Pengembalian uang makan yang telah kami serahkan pada pengelola tersebut tampa alasan apapun setelah dipotong 2 x makan hari ini walaupun 1 x makan hari ini belum ada. Demikian semoga bapak Ketua Kloter JKG 32 Lampung Selatan maklum adanya dan supaya tidak ada fitnah diantara kita. Wassalamu'alaikum wr wb. a.n Rombongan 5 dan beberapa orang lain nya. (Amri Shohar)," begitu bunyi email saya paparnya lagi.

Amri shohar menambahkan bahwa sebelumnya mereka memberikan dana kepada pihaknya pengelola, terlebih dahulu mereka menerima pengumuman seperti i.

Pengumuman Kloter JKG 54

1). Jatah makan selama di Makkah 40 kali, untuk sementara berakhir sampai hari Rabu tgl 15 Agustus 2018., kemudian hari kamis, Jum'at, Sabtu, tgl 16, 17, 18 Agustus juga TIDAK ADA JATAH MAKAN. Hari Ahad/Minggu tgl 19 Agustus (08 Dhul Hijjah) berangkat k Arofah, dapat jatah makan hanya 1 X yaitu malam.

Baca juga: DPRD Lampung Selatan Gelar Rapat Paripurna Istimewa Mendengarkan Pidato K...

Hari Senin, selasa, rabu & kamisTgl 20, 21, 22, 23 Agustus (09, 10, 11, 12 Dhul Hijjah) setiap hari dapat jatah makan nasi kotak 3 kali. Sedang hari Jum'at tgl 24 Agustus (13 Dhul Hijjah) dapat 2X jatah makan. Jadi Jatah Makan Untuk ARMUNA (AROFAH, MUZDALIFAH & MINA) = 15 X. Karena Nafar Awal maka hanya dapat jatah makan sampai hari Kamis= 13 X Jatah makan

2). Pasca/setelah ARMUNA Hari Jum'at, Sabtu, Minggu, Tgl 24, 25, 26 Agustus (13, 14, 15 Dhul Hijjah) belum DAPAT JATAH MAKAN.

3). Hari Senin tgl 27 Agustus ( 16 Dhul Hijjah) smpai menjelang keberangatan ke Medinah.

Baca juga: Gubernur Rahmat Mirza Resmi Sandang Pin Emas Polisi Militer

4). Mohon Ketua Rombongan Ketua Regu meneruskan, mensosialisasikan ke anggotanya masing2.

5). Sumber dari Ketua Daker Mekah, jemaah berharap supaya persoalan ini segera diselesaikan karena dapat menggangu kekhusyukan ibadah. "Kami tentu berharap ini bisa segera dicarikan solusinya," pungkas Amri. (LE-hendra)

               
Komentar Anda

PT GMI / PT GJM

JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com